Jambiseru.com, Muaro Jambi – Konflik lingkungan yang melibatkan perusahaan CV Lintas Makmur Sejahtera dengan warga Desa Penyengat Olak telah melalui perjalanan panjang dan berliku. Berdasarkan kronologi yang dihimpun, ketegangan antara warga dan pihak perusahaan telah berlangsung sejak proses pembangunan awal hingga memicu aksi unjuk rasa besar-besaran pada pertengahan Oktober 2026.
Konflik bermula dari proses pembangunan awal fasilitas perusahaan yang berlangsung pertenggahan tahun 2023 hingga pada awal tahun 2024 beraktivitas. Aktivitas stockpile pasir ini menjadi titik awal munculnya persoalan lingkungan yang dirasakan oleh masyarakat.
Ketegangan memuncak pada pertengahan September 2026. Masyarakat desa menggelar musyawarah dan menyampaikan 13 tuntutan kepada pihak perusahaan terkait dampak lingkungan dan operasional yang dinilai merugikan warga.
Tuntutan yang tidak segera menemui titik terang memicu eskalasi. Warga meminta operasi perusahaan dihentikan sementara. Pada periode ini, masyarakat juga melayangkan surat terbuka sebagai bentuk protes resmi atas aktivitas perusahaan yang nekat terus berjalan usai diminta warga berhenti sementara.
Upaya mediasi melalui jalur birokrasi kemudian dilakukan. Namun, rapat yang mempertemukan warga dengan pihak pejabat terkait tersebut menemui jalan buntu (deadlock) dan tidak menghasilkan kesepakatan yang memuaskan masyarakat.
Melihat kebuntuan tersebut, perwakilan warga akhirnya mengadakan pertemuan langsung dengan Bupati Muaro Jambi. Pertemuan ini menjadi salah satu upaya penting untuk mencari solusi di tingkat kepala daerah.
Kasus ini kemudian naik ke tingkat provinsi. Warga melakukan kunjungan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi untuk meminta pengawasan dan penindakan lebih lanjut terkait sengketa lingkungan ini.
Puncak dari rangkaian panjang ini terjadi pada 19 Oktober 2026. Masyarakat menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor DLH Muaro Jambi. Dalam aksi tersebut, warga menyerahkan dokumen “Fakta Integritas” sebagai bentuk desakan agar pihak berwenang dan perusahaan benar-benar berkomitmen menyelesaikan masalah lingkungan yang telah meresahkan mereka.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai hasil akhir dari penyerahan Fakta Integritas tersebut. Masyarakat berharap agar pihak berwenang dapat segera mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan konflik ini sesuai dengan peraturan yang berlaku. (red)











