66 Kepala Kepala Dapur MBG Diberhentikan

66 Kepala Kepala Dapur MBG Diberhentikan
66 Kepala Kepala Dapur MBG Diberhentikan. Foto: Antaranews.com

JAKARTA, Jambiseru.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyatakan pihaknya telah memberhentikan 66 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang menjabat sebagai kepala dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) per hari ini atas tindakan tidak disiplin.

“Per hari ini kami telah memproses pemberhentian dan pembinaan SPPI atau kepala dapur MBG, sebanyak 66 kasus dalam proses, jadi diberhentikan secara tidak hormat karena tindakan indisipliner, yakni tidak berada di tempat (dapur MBG) lebih dari 10 hari secara berturut-turut, kemudian ada kejadian phishing, yaitu mengaku duitnya hilang karena penipuan dan lain-lain, kemudian ada juga yang terlibat judi online,” kata pria yang akrab disapa Mas Dar itu da

Selain memberhentikan kepala dapur MBG, BGN juga tengah membina 60 SPPI secara internal akibat adanya konflik antara mitra dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang selama ini mengelola pendistribusian MBG.

“Ada yang kemudian terbukti melakukan tindak pidana hanky-panky (penipuan) dan kemudian ada yang minta duit lah, ini lah, maka akibat permainan ini, 66 sudah kami proses pemberhentian sebagai ASN PPPK. Jadi, kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) kami sudah proses 66 kepala dapur, sisanya ada 60 kasus yang dalam pembinaan internal,” ujar Mas Dar.

Ia memaparkan, total sebanyak 117 kepala dapur MBG yang diberhentikan dan dibina tersebut tersebar di Jawa Barat 29, Jakarta dan Banten 19, Jawa Tengah 12, Jawa Timur 27, Sumatera 21, Kalimantan 9, empat di Sulawesi, dan lima di tempat-tempat lainnya.

“Mereka semua kami berhentikan karena tindakan indisipliner, kemudian tidak hadir, ada juga kasus keracunan MBG yang berulang, ini menjadi salah satu alasan kami memproses pemberhentian secara tidak hormat kepada kepala dapur yang melakukan pelanggaran,” tuturnya.

Mas Dar melanjutkan, dalam rangka perbaikan tata kelola Program MBG sekaligus peningkatan kualitas, maka secara khusus BGN memerintahkan kepada seluruh jajaran yang bekerja di dapur untuk melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) agar masing-masing memahami kondisi kesehatannya.

“Kami juga sudah memerintahkan ke seluruh dapur sebelum memulai pekerjaan. Seluruh karyawan, pegawai, relawan, harus dicek suhunya, ditanya apakah ada diare, sakit perut, dan lain-lain,” ucap Sudaryono. (uda)

Sumber: Antaranews.com

Pos terkait