Hadir di Reses Ketua DPRD, Maulana Dorong Semangat Gotong Royong Lewat Program “Kampung Bahagia”

Hadir di Reses Ketua DPRD, Maulana Dorong Semangat Gotong Royong Lewat Program "Kampung Bahagia"
Hadir di Reses Ketua DPRD, Maulana Dorong Semangat Gotong Royong Lewat Program "Kampung Bahagia".Foto: Jambiseru.com

KOTA JAMBI, Jambiseru.com – Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan silaturahmi antara Wali Kota Jambi, Maulana, dengan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, warga turut menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung dalam agenda reses Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, yang juga dihadiri anggota DPR RI Dapil Jambi, Cek Endra.

Dalam dialog yang berlangsung santai namun penuh makna itu, Maulana menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk terus menghadirkan pembangunan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui program unggulan “Kampung Bahagia”.

Program ini mengalokasikan dana sebesar Rp100 juta untuk setiap RT, dengan total 1.583 RT di Kota Jambi yang akan merasakan manfaatnya sepanjang tahun ini. Pelaksanaannya dibagi dalam dua tahap yaitu, Januari hingga Juni untuk sekitar 800 RT, dan sisanya dilanjutkan pada Juli hingga Desember.

“Untuk tahap pertama, saat ini sudah sampai pada proses rembuk bersama masyarakat dan penyusunan rencana anggaran biaya (RAB). Insyaallah pelaksanaannya akan mengedepankan gotong royong,” kata Maulana.

Melalui konsep ini, masyarakat diberi ruang penuh untuk menentukan prioritas pembangunan di lingkungannya. Mulai dari perbaikan jalan, pembangunan drainase, posyandu, hingga renovasi tempat ibadah, semua disesuaikan dengan hasil musyawarah warga.

Menariknya, program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal. Dana yang dikucurkan diarahkan untuk dibelanjakan di lingkungan setempat, seperti membeli bahan bangunan dari toko sekitar dan melibatkan tenaga kerja dari warga setempat.

Dengan total anggaran mencapai sekitar Rp126 miliar atau hampir 1,5 persen dari APBD Kota Jambi, program ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda bagi masyarakat.

“Harapannya, uang ini berputar di lingkungan RT itu sendiri, sehingga ekonomi warga ikut bergerak. Ini adalah bentuk pembangunan berbasis kebersamaan dan ekonomi riil,” sebut Maulana. (uda)

Pos terkait