KPU Munculkan Wacana Pemilu 2024 Pakai Sistem Proporsional: Masyarakat Coblos Gambar Partai

Ilustrasi Pemilu
Ilustrasi Pemilu

Pasalnya, kata dia, dengan sistem tertutup tersebut, masyarakat mencoblos gambar partai politik karena namanya tidak muncul di surat suara.

Oleh karena itu, kata dia, KPU meminta supaya caleg menahan diri tidak belanja alat kampanye terlalu dini.

“Karena (dengan sistem tertutup), namanya tidak muncul lagi di surat suara dan (pemilih) tidak nyoblos lagi nama-nama calon, yang akan dicoblos hanya tanda-tanda gambar partai politik sebagai peserta pemilu,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

“Kami sampaikan untuk menahan diri untuk tidak memasang gambar terlebih dahulu. Siapa tahu kemudian sistemnya kembali tertutup?” katanya.

Pada dasarnya, Hasyim menegaskan bahwa tahapan pemilu 2024 saat ini masih sangat panjang.

Oleh karenanya, hendaknya tidak sampai terburu-buru mendeklarasikan diri untuk maju di pemilihan legislatif (pileg) sebagai caleg.

“Bolehlah kemudian direkrut atau mendaftarkan diri di partai sebagai calon, kalau partai tidak menyetujui yang bersangkutan sebagai calon, kan tidak akan dinominasikan untuk didaftarkan kepada KPU,” ucapnya.

“Maka sangat buru-buru kalau ada yang nyebut dirinya calon karena belum tentu oleh partai dikehendaki sebagai calon dan sudah pasang-pasang gambar,” tuturnya.

Sebagai informasi, sejumlah politisi mengajukan uji materi terhadap UU No. 7 tahun 2019 atau UU Pemilu ke Mahkamah Konstitusi.

Mereka meminta MK untuk membatalkan pasal 168 ayat 2 UU Pemilu yang dianggap bertentangan dengan UUD 1945.

Jika JR dikabulkan, maka kemungkinan pemilu proporsional tertutup bisa diterapkan.(tra)

Pos terkait