Jambiseru.com – Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan kondisi ekonomi Kota Jambi berada dalam tren positif hingga tahun 2025. Hal itu disampaikannya saat memimpin apel pagi pasca libur Idul Fitri, Senin (30/3/2026), di Lapangan Balai Kota Jambi.
Dalam arahannya di hadapan Wakil Wali Kota, jajaran pejabat, serta ASN di lingkup Pemkot Jambi, Maulana memaparkan capaian indikator makro yang menunjukkan kinerja ekonomi daerah semakin solid dan inklusif.
“Alhamdulillah, capaian ekonomi kita menunjukkan tren yang sangat baik. APBD Kota Jambi tahun 2025 sudah menembus Rp2 triliun. Ini menjadi modal besar untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Maulana menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Kota Jambi pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,13 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di kisaran 5,11 persen, serta melampaui rata-rata Provinsi Jambi sebesar 4,93 persen.
Menurutnya, capaian ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di Kota Jambi tetap bergerak dinamis, ditopang oleh sektor perdagangan, jasa, serta geliat UMKM.
“Ini menandakan ekonomi kita tangguh dan mampu bersaing, bahkan melampaui capaian nasional,” tegasnya.
Selain pertumbuhan ekonomi, indikator kesejahteraan sosial juga menunjukkan perbaikan signifikan. Angka kemiskinan di Kota Jambi terus menurun dari 9,02 persen pada 2021 menjadi 7,69 persen di tahun 2025.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga berhasil ditekan dari 10,66 persen pada 2021 menjadi 7,08 persen pada 2025.
“Penurunan ini tidak lepas dari berbagai program pemerintah, termasuk kegiatan padat karya, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan investasi daerah,” jelasnya.
Dalam aspek pemerataan ekonomi, Kota Jambi juga mencatatkan capaian menggembirakan.
Indeks Gini tahun 2025 berada di angka 0,339, lebih baik dibandingkan rata-rata nasional yang berada di kisaran 0,375.
Penurunan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat secara lebih merata.
“Kita ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi ini inklusif, menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” kata Maulana.
Di sisi lain, inflasi tahunan (year-on-year) Kota Jambi pada akhir 2025 tercatat sebesar 3,03 persen. Meski mengalami kenaikan, angka tersebut masih berada dalam batas aman dan terkendali sesuai target nasional.
Maulana menilai, pertumbuhan ekonomi yang stabil menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan harga.
Meski menunjukkan tren penurunan, Maulana mengakui bahwa angka pengangguran Kota Jambi masih berada di atas rata-rata nasional yang berkisar 4,85 persen.
Untuk itu, pemerintah akan terus mendorong masuknya investasi, khususnya di sektor jasa dan perdagangan yang dinilai mampu menyerap tenaga kerja secara signifikan.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Kita akan terus membuka peluang investasi dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat,” tegasnya.
Dengan postur APBD yang telah menembus Rp2 triliun, Pemkot Jambi memiliki ruang fiskal yang lebih luas untuk menjalankan berbagai program strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga penguatan jaring pengaman sosial.
Maulana menekankan agar seluruh jajaran ASN dapat bekerja maksimal dan menjaga kinerja pasca libur Lebaran, sehingga seluruh program dapat berjalan optimal.
“Momentum setelah Idul Fitri ini harus kita jadikan sebagai semangat baru untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Capaian indikator makro tahun 2025 menempatkan Kota Jambi pada jalur pertumbuhan yang stabil dan inklusif.
Dengan dukungan APBD yang kuat serta kebijakan yang tepat sasaran, pemerintah optimistis mampu menjaga momentum pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (*)












