JAMBI, Jambiseru.com – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat komitmennya dalam penanggulangan HIV/AIDS melalui pendekatan yang lebih humanis dan inklusif. Hal ini ditegaskan oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., saat menghadiri Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) 2026 di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota, Kamis malam (14/05/2026).
Acara yang diinisiasi oleh Yayasan Kanti Sehati Sejati ini mengusung tema “Menyalakan Pelita Harapan, Merangkul Sesama Tanpa Stigma”. Momentum ini menjadi ajakan bagi seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan empati dan solidaritas terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana mengapresiasi dedikasi para aktivis yang terus mendampingi ODHA tanpa lelah. Ia memastikan bahwa Pemkot Jambi memberikan dukungan penuh, mulai dari fasilitas medis hingga jaminan sosial.
“Saat ini, sebanyak 20 Puskesmas di Kota Jambi telah memiliki tenaga kesehatan terlatih khusus penanganan HIV/AIDS. Tidak ada lagi alasan tenaga medis takut atau diskriminatif; semua warga berhak atas layanan kesehatan yang layak,” tegas Maulana.
Selain itu, ia memaparkan keunggulan program BPJS Kesehatan di Kota Jambi yang dapat aktif dalam waktu 1×24 jam bagi warga kurang mampu. Jika terkendala administrasi, pemerintah juga menyediakan jalur bantuan melalui Baznas untuk memastikan tidak ada warga sakit yang telantar karena biaya.
Menyoroti perkembangan kasus, Wali Kota mengungkapkan data terbaru hingga Mei 2026, di mana ditemukan 202 kasus baru HIV/AIDS. Angka ini hampir mendekati total kasus sepanjang tahun 2025 yang berjumlah 204 kasus.
Menurut Maulana, peningkatan angka ini tidak serta-merta menunjukkan tren negatif, melainkan keberhasilan dalam skrining aktif dan jangkauan pemeriksaan yang lebih luas ke kelompok berisiko.
“Pemeriksaan yang lebih masif memungkinkan kita melakukan intervensi, pengobatan, dan pencegahan lebih dini. Fokus kita adalah memutus mata rantai penularan,” tambahnya.
Bukan hanya sekadar pengobatan secara medis, Pemkot Jambi juga memberikan pendampingan psikososial dan ekonomi bagi ODHA melalui: Pemberian bantuan nutrisi tambahan, Pelatihan keterampilan kerja, Bantuan permodalan usaha untuk kemandirian ekonomi.
Di sisi lain, Ketua Yayasan Kanti Sehati Sejati, David Chandra Harwindo, mengingatkan bahwa HIV bukanlah akhir dari segalanya. Ia menekankan pentingnya peran kelompok dukungan sebaya yang telah eksis di Jambi sejak 2007 untuk memulihkan kepercayaan diri ODHA.
Acara MRAN 2026 ditutup dengan prosesi khidmat penyalaan lilin dan doa bersama sebagai simbol harapan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan, BNN, Dinas Sosial, serta berbagai komunitas peduli HIV/AIDS dan akademisi se-Provinsi Jambi.
Wali Kota Maulana menutup dengan pesan menyentuh, “Mereka adalah saudara kita, anak bangsa yang berhak mendapatkan kasih sayang dan hak yang sama tanpa diskriminasi.” (ris)












