Sudirman: Bank Jambi Fokus Perkuat Keamanan Layanan Digital Sesuai Standar BI

oplus 131072
Sudirman: Bank Jambi Fokus Perkuat Keamanan Layanan Digital Sesuai Standar BI. Foto: jambiserucom

JAMBI, Jambiseru.com — Bank Jambi terus menggeber pembenahan layanan mobile banking menyusul insiden siber yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. Fokus utama manajemen saat ini adalah memastikan sistem kembali beroperasi secara optimal dengan tetap mematuhi standar keamanan ketat yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI).

Komisaris Utama Bank Jambi, Dr. Sudirman, SH, MH, menegaskan bahwa langkah pembenahan ini esensial guna memperkuat perlindungan sistem serta keamanan data nasabah. Seluruh proses perbaikan pun wajib melalui tahapan dan kualifikasi yang digariskan oleh regulator.

“Bukan hambatan, tapi lebih pada pengamanan. Karena untuk buka atau tutupnya operasional perbankan khusus transaksi itu ada di Bank Indonesia. BI sudah memberikan petunjuk teknisnya, dan ini sedang ditindaklanjuti secara serius oleh Bank Jambi,” ujar Sudirman saat dikonfirmasi media ini.

Saat ini, layanan mobile banking Bank Jambi masih dapat digunakan untuk transaksi internal (on us), serta menerima dana transfer dari bank lain. Kendati demikian, fitur transfer keluar (outbound transfer) ke rekening bank lain masih dalam tahap penyempurnaan akhir dan harus dipastikan benar-benar steril sebelum dibuka sepenuhnya.

Sudirman mengungkapkan, proses pembenahan ini mendapat dorongan penuh dari berbagai pihak, mulai dari Dewan Komisaris, Direktur Utama, para pemegang saham, hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK), agar layanan transaksi eksternal segera kembali normal.

“Target kita penyelesaian pembenahan ini secara bertahap pada September, Oktober, November, hingga batas akhirnya Desember. Bank Indonesia tentu harus memastikan sistem ini benar-benar aman sebelum dioperasikan penuh,” tambahnya. Aspek keamanan, kata dia, menjadi prioritas utama demi melindungi dana serta privasi nasabah.

Tepis Isu Saldo Berkurang dan Pemindahan Dana PNS

Menanggapi keluhan terkait penurunan nominal saldo nasabah—khususnya dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS)—Sudirman menilai fenomena tersebut sebagai dinamika sementara selama masa transisi perbaikan layanan transfer antarbank.

Ia juga membantah adanya isu penutupan rekening secara massal. Menurutnya, pergerakan dana yang terjadi murni karena sebagian nasabah memindahkannya secara manual guna memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari yang mendesak.

“Tidak ada penutupan rekening. Jadi memang ada sebagian dana yang dipindahkan secara manual karena kebutuhan transaksi,” jelasnya.

Selain itu, Sudirman turut menepis isu mengenai rencana pemindahan pengelolaan dana PNS dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) ke bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Ia memastikan bahwa Menteri Keuangan telah menyatakan kebijakan tersebut tidak akan diberlakukan, sehingga memberikan kepastian bagi BPD, termasuk Bank Jambi, untuk terus mengelola dana aparatur negara.

Melalui rangkaian pembenahan sistem yang sedang berjalan, Bank Jambi optimistis layanan perbankan digitalnya akan kembali pulih dan berjalan jauh lebih optimal. Dengan mengedepankan keamanan dan kenyamanan, pihak manajemen berharap masyarakat nantinya dapat kembali menikmati fasilitas digital banking dengan mudah dan aman. (*)

Pos terkait