Wali Kota Maulana Buka Webinar ASN Siginjai Belajar 2026, Tekankan Pentingnya Data Kependudukan untuk Pembangunan

wali kota maulana buka webinar asn siginjai belajar 2026, tekankan pentingnya data kependudukan untuk pembangunan
Wali Kota Maulana Buka Webinar ASN Siginjai Belajar 2026, Tekankan Pentingnya Data Kependudukan untuk Pembangunan.

JAMBI, Jambiseru.com — Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., secara resmi membuka webinar “ASN Siginjai Belajar Seri 3 Tahun 2026” yang diinisiasi oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Jambi, Rabu (16/9/2026). Hadir melalui sambungan video conference Zoom Meeting, Wali Kota Maulana juga bertindak sebagai narasumber utama membawakan materi bertajuk “Akselerasi Kota Jambi Bahagia Wujudkan Kependudukan Berkualitas melalui Sinergi ASN.”

Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembelajaran untuk memperkuat kapasitas aparatur, khususnya dalam memahami dinamika kependudukan serta urgensi pemanfaatan data demografi sebagai landasan perencanaan hingga eksekusi pembangunan daerah.

Selain Wali Kota Maulana, webinar ini turut menghadirkan narasumber kompeten lainnya, yakni Wakil Ketua Tim Kerja Pengelolaan Kependudukan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jambi, Insyah Yulikah, S.Psi., M.Sc., yang memaparkan materi “Mengulas Indeks Kepedulian Terhadap Isu Kependudukan (IKIK)”, serta Deputi Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk) Kemendukbangga/BKKBN, Dr. Bonivasius Prasetya Ichtiarto, S.Si., M.Eng., dengan materi “Mengelola Perubahan Kependudukan untuk Mewujudkan Kota Jambi Bahagia melalui Sinergi ASN.”

Dalam pemaparannya, Maulana menekankan bahwa setiap kebijakan pemerintah, mulai dari alokasi anggaran, pembangunan infrastruktur, hingga pelayanan publik, wajib berlandaskan data kependudukan yang akurat dan presisi agar tepat sasaran.

“Integrasi data kependudukan dalam dokumen perencanaan, mulai dari RPJMD hingga program strategis di tingkat RT, merupakan kunci utama untuk menjawab dinamika kebutuhan masyarakat Kota Jambi secara akurat,” ujar Maulana di hadapan para peserta.

Ia juga memaparkan tren positif ekonomi Kota Jambi yang terus merangkak naik, yakni dari 4,8 persen pada 2024, meningkat menjadi 5,13 persen pada 2025, hingga menembus 5,44 persen pada Semester I Tahun 2026. Capaian ini menjadi modal kuat Pemkot Jambi dalam mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia (Bersih, Aman, Harmoni, dan Agamis).

Dari sisi demografi, jumlah penduduk Kota Jambi saat ini tercatat menyentuh angka 654.000 jiwa dengan tingkat kepadatan 3.781 jiwa per kilometer persegi. Struktur penduduk tersebut didominasi oleh kelompok usia produktif dan generasi muda seperti Milenial, Gen Z, serta Gen Alpha.

“Kondisi demografi ini merupakan potensi besar yang harus dikelola dengan baik. Bonus demografi wajib diimbangi dengan kebijakan yang tepat di sektor pendidikan, kesehatan, penyediaan lapangan kerja, hingga fasilitas publik,” jelasnya.

Guna merespons dinamika tersebut, Pemkot Jambi mengandalkan 11 program prioritas, salah satunya Program Kampung Bahagia. Program ini menerapkan pendekatan bottom-up agar pembangunan di tingkat RT benar-benar selaras dengan kebutuhan spesifik wilayah sekaligus menekan kesenjangan fasilitas antar-kecamatan.

Optimalisasi data kependudukan juga diterapkan dalam penataan fasilitas dasar. Di kawasan permukiman lama seperti Telanaipura dan Pasar, pemerintah melakukan penataan dan relokasi sekolah. Sebaliknya, di kawasan berkembang seperti Alam Barajo dan Permata Land, Pemkot mendorong pembangunan unit sekolah baru (TK dan SMP) serta penguatan layanan puskesmas.

“Jangan sampai fasilitas publik dibangun tidak sesuai kebutuhan. Di wilayah yang penduduknya bertambah, fasilitas harus kita hadirkan, begitu pula sebaliknya,” tegas Maulana.

Di sektor ketenagakerjaan, Pemkot Jambi melalui Dinas Tenaga Kerja aktif memfasilitasi pencari kerja lewat Job Fair berkelanjutan, peningkatan kompetensi, hingga program pengiriman tenaga kerja ke luar negeri—seperti ke Jepang—guna mendongkrak daya saing tenaga kerja lokal.

Mengakhiri arahannya, Maulana mengingatkan peran krusial 10.067 ASN di lingkungan Pemkot Jambi (termasuk 5.606 PPPK) sebagai motor penggerak birokrasi yang profesional, responsif, adaptif, dan berintegritas.

“Sinergi dan profesionalisme seluruh ASN menjadi pendorong utama keberhasilan program kependudukan dan pembangunan. ASN harus mampu membaca data, memahami perubahan, dan menerjemahkannya menjadi pelayanan nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Webinar yang diikuti oleh para pejabat struktural, fungsional, serta ASN Pemkot Jambi ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya belajar dan kolaborasi yang kuat demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan berorientasi pada masyarakat. (ris)

Pos terkait