Jambiseru.com – Kabar baik akhirnya datang untuk masyarakat yang selama bertahun-tahun harus berjibaku dengan kondisi Jalan Padang Lamo. Anggota DPR RI daerah pemilihan Jambi, Edi Purwanto memastikan penanganan jalan tersebut mulai dilakukan tahun ini dengan anggaran sebesar Rp29 miliar.
Komitmen itu disampaikan Edi saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tebo. Ia bertemu dengan Bupati Tebo bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membahas berbagai program pembangunan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satu perhatian utama dalam kunjungan tersebut adalah Jalan Padang Lamo, ruas jalan yang selama ini menjadi sorotan publik karena kondisinya yang memprihatinkan.
“Hari ini saya berkunjung ke tempat yang cukup viral, yaitu Jalan Padang Lamo. Masyarakat sudah begitu lama menunggu kaitan dengan apa yang kita lakukan terhadap Jalan Padang Lamo,” kata Edi.
Menurut Edi, pemerintah tidak mungkin langsung menyelesaikan seluruh ruas jalan tersebut dalam satu tahun. Namun, langkah awal sudah dimulai dengan mengalokasikan Rp29 miliar.
“Alhamdulillah, tahun ini kita anggarkan Rp29 miliar untuk Padang Lamo. Memang belum bisa menyelesaikan sampai ujung, tapi kita mulai dulu,” tegasnya.
Edi memastikan persoalan Jalan Padang Lamo telah menjadi prioritas. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Bupati Tebo maupun Kepala Balai terkait rencana penanganan jalan tersebut.
Bahkan, persoalan Padang Lamo telah beberapa kali dibawa dalam rapat dengar pendapat (RDP) dan disampaikan secara langsung kepada Menteri terkait.
Menurut Edi, kondisi Jalan Padang Lamo semakin berat setelah jalur tersebut ikut menanggung beban kendaraan ketika akses Jambi-Padang mengalami gangguan.
“Jujur, waktu jalan Jambi-Padang putus, kendaraan-kendaraan lewat ke sini. Tentu akibat kendaraan itu, jalan yang dulu agak lumayan bagus sekarang sama-sama kita rasakan begitu parah,” katanya.
Karena itu, ia menilai Jalan Padang Lamo membutuhkan penanganan khusus, bukan sekadar perbaikan biasa.
Edi menyebut proses tender pekerjaan Jalan Padang Lamo ditargetkan dapat dilakukan pada September 2026. Jika seluruh proses berjalan sesuai rencana, pekerjaan fisik diharapkan mulai dikerjakan pada akhir September atau awal Oktober.
“Intinya Padang Lamo mulai tahun ini kita akan bangun. Mudah-mudahan September ini bisa tender. Kalau bisa akhir September atau awal Oktober mulai pengerjaan,” ungkapnya.
Untuk titik awal pengerjaan, Edi mengatakan hal tersebut masih akan dibahas secara teknis oleh Balai, Pemerintah Provinsi Jambi, dan Pemerintah Kabupaten Tebo.
Ia berharap pengerjaan dapat dilakukan secara bertahap dari salah satu ujung ruas jalan sehingga penanganannya bisa berkesinambungan.
“Teknis nanti urusan Balai dengan Pemprov dan Pak Bupati. Harapan kami seperti itu, dari ujung nanti lari ke sana sampai ke Padang,” jelasnya.
Edi juga menekankan, pembangunan Jalan Padang Lamo tidak boleh hanya mengejar panjang jalan yang selesai, tetapi harus tetap memperhatikan kualitas dan daya tahan konstruksi.
Metode penanganan masih akan dikaji. Apakah menggunakan rabat beton, aspal, asbuton, atau metode lainnya.(uda)











