Jambiseru.com – Amerika Serikat siap memperluas ekspor minyak, gas alam cair (LNG), dan teknologi energi ke Asia untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat sekaligus memperkuat kemitraan ekonomi kawasan.
Wakil Menteri Energi AS James P. Danly menyatakan AS, sebagai eksportir minyak dan gas terbesar di dunia dengan produksi yang terus meningkat, siap mencetak rekor baru dalam produksi minyak dan ekspor LNG.
“Ekspor LNG kami telah meningkat dua kali lipat dan akan kembali berlipat ganda. Tahun lalu, kami menyetujui tambahan ekspor sebesar 17 BCF dan kami akan terus memberikan lebih banyak izin,” kata Danly dalam taklimat media daring di Jakarta, Senin.
Pernyataan tersebut disampaikan saat merespons pertanyaan mengenai hal yang ditawarkan pemerintah AS kepada negara-negara di Asia Tenggara yang diyakini tidak dapat diberikan melalui investasi energi China.
Menurut Danly, prospek konsumsi energi global menunjukkan AS akan tetap memainkan peran utama dalam memasok komoditas energi ke berbagai pihak. Hal itu didukung perusahaan-perusahaan yang andal dan dapat dipercaya sehingga menjadi mitra dagang yang tepat.
“Kami memiliki sistem peradilan yang sepenuhnya dapat diandalkan. Kami menawarkan ketentuan yang wajar secara komersial dalam menjalin kerja sama dengan negara-negara asing,” ujar Wakil Menteri Energi AS tersebut.
“Selain itu, kami memiliki rekam jejak panjang dalam upaya memastikan perusahaan kami mendapatkan akses terbaik ke seluruh dunia dan, sebaliknya, dunia mendapatkan akses ke perusahaan kami,” tambahnya.
Danly juga mengatakan ekspor teknologi merupakan aspek penting bagi AS yang berupaya memperluas pasar teknologi nuklir ke kawasan Asia guna memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap energi yang terjangkau, andal, dan aman sebagai prasyarat kemakmuran serta pembangunan ekonomi.
Agenda Presiden AS Donald Trump mengenai dominasi energi di Asia menekankan perluasan ekspor energi AS untuk memenuhi kebutuhan kawasan yang terus meningkat sekaligus memperkuat posisi AS sebagai mitra dagang strategis.
Selain komoditas energi, agenda tersebut mencakup peningkatan ekspor teknologi, termasuk teknologi nuklir sipil, guna mendukung akses masyarakat Asia terhadap energi yang terjangkau, andal, dan aman.
Melalui agenda tersebut, AS juga berupaya memperkuat kerja sama dengan negara-negara Asia untuk mendukung ketahanan energi, kemakmuran, dan pembangunan ekonomi kawasan.(uda)
Sumber: antaranews.com











