Ketika Mantan Komisioner KPU Jambi Bersatu, Ini JaDI-nya

mantan komisioner kpu
Mantan Komisioner KPU Jambi. Foto: Istimewa

JAMBISERU.COM, Jambi – Para mantan komisioner komisi pemilihan umum (KPU) di provinsi Jambi berkumpul. Mereka akhirnya bersati lalu sepakat membuat wadah Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI). JaDI merupakan lembaga yang terdiri dari sejumlah mantan komisioner KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

BACA JUGA: Mobil Muatan Coca Cola Nyungsep di Jembatan Aur Duri

Lewat rilis pers-nya, JaDI menjelaskan bahwa lembaga ini didirikan untuk memperkuat demokrasi di Provinsi Jambi. Terutama, mendorong terlaksananya pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (luber-jurdil), serta terwujudnya keadilan, integritas dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Bacaan Lainnya

Untuk membentuk wadah ini, dalam waktu dekat, tepatnya pada Rabu, 18 September 2019, lusa akan diadakan deklarasi yang bertempat di Hotel Golden Harvest Jambi.

Ketua Presidium JaDI Provinsi Jambi Nuraida Fitri Habi mengatakan, keberadaan JaDI sekaligus untuk memperkuat demokrasi di Provinsi Jambi. Dikatakan mantan anggota KPU Provinsi Jambi dua periode ini, lembaga yang juga dibentuk dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten/kota ini memiliki sejumlah tujuan. Antara lain memperkuat pelembagaan demokrasi, mendukung sistem berintegritas untuk pemerintahan yang bersih, mengupayakan tercapainya keadilan sosial, ekonomi dan gender serta mendorong tata kelola pemerintahan yang baik dan melindungi hak asasi manusia dan pelestarian lingkungan.

Bertolak dari tujuan tersebut, JaDI memiliki sejumlah program seperti advokasi, pendidikan dan pelatihan, kajian atau riset, publikasi, pembangunan jaringan dan kerja sama, serta sejumlah kegiatan lain.

Menurut Fitri, dalam waktu dekat, JaDI Provinsi Jambi akan dideklarasikan yang langsung dilalukan oleh Direktur JaDI Nasional Juri Ardiantoro. “Acara deklarasi akan kita rangkaikan dengan dialog interaktif untuk menyonsong Pemilukada Serentak 2020,” ujar dosen UIN Jambi ini.

Untuk deklarasi sendiri, kata ibu dua anak ini, sudah mencapai 90 persen. Menurut dia, hamper semua purna penyelenggara baik di tataran provinsi maupun kabupaten/kota terlibat dalam pembentukan JaDI ini.

BACA JUGA: Tidak Bisa Jumpa Bupati, Petani Sebut Cuma Butuh saat Pilkada Saja

“Semua mantan komisioner baik KPU maupun Bawaslu sudah sepakat untuk mendeklarasikan JaDI ini, bahkan mereka tergabung semuanya dalam kepengurusan,” terangnya.(*)

Pos terkait