JAKARTA, Jambiseru.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengkonfirmasi bantuan armada udara dari Jepang tiba di Indonesia hari ini, Kamis, dan langsung menggelar uji coba penerbangan untuk memperkuat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di tanah air.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers di Jakarta, mengatakan bahwa bantuan tersebut diangkut menggunakan kapal armada JS Kunisaki yang bersandar di Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
“Kapal armada JS Kunisaki itu membawa tiga unit helikopter angkut berat jenis Chinook beserta 180 hingga 300 personel. Saat ini uji terbang sedang dilaksanakan di Bandara Supadio, Pontianak,” kata dia.
Berton menjelaskan pelaksanaan operasi pemadaman udara water bombing oleh tim Jepang dijadwalkan mulai beroperasi efektif pada 11 – 12 September 2026 setelah proses uji coba dan penyusunan strategi pemadaman selesai.
Sesuai dengan rencana kerja sama penanggulangan bencana, tim bantuan dari Jepang disiagakan bertugas selama 21 hari untuk mendukung operasi satgas darat dan udara di lokasi-lokasi karhutla.
Adapun sebanyak enam provinsi prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan tersebut meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Kemudian menurut Berton, BNPB juga mencatat daerah sasaran penanganan di luar enam provinsi prioritas, mulai dari kawasan gunung api hingga taman nasional. salah satu titik kebakaran luas terjadi di area Gunung Api Awu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.
Kabupaten Raja Ampat Papua Barat Daya yang mencakup sembilan distrik dan delapan desa, serta kawasan Gunung Butak Kabupaten Malang Jawa Timur seluas 300 hektare yang masih dalam proses pendataan.
Selain itu, titik api yang melalap sekitar 40 hektare lahan di Taman Nasional Gunung Ciremai Kabupaten Kuningan Jawa Barat, lalu 42 hektare di TPA Galuga Kabupaten Bogor, serta area TPA Putri Cempo Kota Surakarta.
“Kebakaran di sekitar Gunung Api Awu berdampak pada empat kecamatan, delapan kelurahan, dan 14 kampung dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 913 hektare,” cetusnya. (uda)
Sumber: Antaranews.com











