Menaker Yassierli: Kebersamaan dan Gotong Royong Jadi Senjata Utama Indonesia Hadapi Ancaman Global dan Krisis Dunia Kerja 2026

menaker yassierli kebersamaan dan gotong royong jadi senjata utama indonesia hadapi ancaman global dan krisis dunia kerja 2026
Menaker Yassierli: Kebersamaan dan Gotong Royong Jadi Senjata Utama Indonesia Hadapi Ancaman Global dan Krisis Dunia Kerja 2026. Foto: jambiserucom

Cianjur, Jambiseru.com — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa kekuatan terbesar Indonesia dalam menghadapi ancaman global, krisis ekonomi dunia, hingga disrupsi teknologi dan Artificial Intelligence (AI) bukan hanya terletak pada ekonomi atau teknologi semata, tetapi pada semangat kebersamaan dan gotong royong yang menjadi karakter utama bangsa Indonesia. Di tengah tantangan dunia kerja modern yang semakin kompleks pada 2026, pemerintah menilai solidaritas antara pekerja, pengusaha, dan negara menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas ketenagakerjaan nasional sekaligus meningkatkan daya saing SDM Indonesia di tingkat global.

Hal tersebut disampaikan Yassierli saat menghadiri Silaturahmi dengan Mitra-Mitra Strategis Ketenagakerjaan di Ciloto, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (6/5/2026) malam. Kegiatan itu juga dihadiri Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Mohammad Jumhur Hidayat, serta 80 peserta dari konfederasi serikat pekerja/serikat buruh dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Dalam sambutannya, Yassierli menilai nilai kebersamaan dan semangat gotong royong merupakan modal sosial penting yang harus terus dijaga di tengah dinamika global, termasuk perkembangan teknologi dan ketidakpastian ekonomi dunia.

“Bangsa Indonesia memiliki nilai kehidupan, kebersamaan, serta semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama,” ujar Yassierli.
Menurutnya, kekuatan sosial tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan ketenagakerjaan nasional di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang.

“Semangat kebersamaan membuat kita mampu menghadapi tantangan dan membawa Indonesia menjadi lebih maju,” katanya lewat pers rilisnya.

Yassierli juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja agar pembangunan ketenagakerjaan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Ia menegaskan, pembangunan ketenagakerjaan tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan formal, tetapi juga memerlukan penguatan nilai sosial yang tumbuh di tengah masyarakat.

“Penguatan nilai-nilai tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus menjaga keseimbangan sosial di tengah perubahan zaman,” tuturnya.

Pemerintah, lanjut Yassierli, akan terus mendorong berbagai inisiatif yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi tenaga kerja, tetapi juga memperkuat solidaritas dan kolaborasi sebagai fondasi pembangunan ketenagakerjaan ke depan.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Ketua Umum KSPSI Mohammad Jumhur Hidayat mengapresiasi inisiatif Kementerian Ketenagakerjaan dalam menyelenggarakan forum silaturahmi tersebut.

Menurut Jumhur, forum itu menjadi ruang strategis untuk mempererat hubungan antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.

“Terbukti, jika kita kompak dan menjaga kebersamaan, berbagai tantangan dapat dihadapi bersama,” ujarnya.(ris/Biro Humas Kemnaker)

Pos terkait