JAMBISERU.COM, Sengeti – Warga di Desa Penyengat Olak, Kecamatan Jaluko, Muaro Jambi kesal akibat ulah PLN dan PDAM yang kerap mati di desanya itu. Matinya listrik dan air ini tidak hanya sekali. Bahkan, hampir setiap hari.
BACA JUGA : Asiang Tersenyum, Kuasa Hukum : Hampir Semua Dewan Terima Duit
Saputra, warga di sana mengatakan, meski air dan listrik kerap mati, namun pembayaran setiap bulannya pun tetap saja mahal.
“Hampir setiap hari mati, mulai jam 9 pagi sampai lah siang. Kadang sore juga mati. Kalau listrik mati, air pun ikut mati,” keluhnya kepada Jambiseru.com, Kamis (3/10/2019).
Dikatakan Saputra, dampak dari listrik mati tersebut, jaringan internet 4G pun juga hilang. Dengan begitu, ia yang juga memiliki usaha komputer itupun menjadi lumpuh.
“Yang jelas di saat listrik mati, saya tidak bisa bekerja. Padahal, untuk kebutuhan saya sehari-hari ya dari usaha ini,” jelasnya.
Saputra menyampaikan bahwa, PLN dan PDAM yang ada di desanya tersebut masih memasuki rayon Kota Jambi. Kata dia, seperti PDAM itu masuk di PDAM Tirta Mayang.
“Cuma bangunan rumah saja di Muaro Jambi. Air dan listrik masih masuk ke Kota Jambi,” imbuhnya.
Selain itu, Edi warga lainnya menyebutkan bahwa, seringnya listrik itu padam, membuat barang-barang elektronik di rumahnya itu kerap rusak.
“Semacam belender punya saya kemaren rusak bang. Gara-gara listrik sering mati hidup, mati hidup ini bang. Belender itu untuk saya jualan minuman bang. Kadang tu, lagi belenderi untuk penjual, tiba-tiba listrik mati. Apa dak kesal bang,” cetusnya.
Edi menceritakan bahwa, sebenarnya bisa saja jika listrik padam tersebut ia memakai genset. Akan tetapi, kata Edi, biayanya pun akan semakin besar.
BACA JUGA : Terungkap! 6 Polisi Bawa Senjata Api saat Demo Mahasiswa di Kendari
“Yang jelas kita beli minyaknya bang. Minyaknya pun sudah berapa sekarang. Kits jual cuma kecil-kecilan. Yang ada dak balek modal bang,” tandasnya.(uda)












