MUARO JAMBI, Jambiseru.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha, penjualan hewan kurban jenis kambing di Desa Solok, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Para peternak mengaku hingga saat ini permintaan kambing kurban masih sepi pembeli. Kondisi tersebut dialami Kurnaini, peternak kambing yang telah menekuni usaha peternakan selama 19 tahun.
Biasanya, mendekati Hari Raya Kurban dirinya mampu menjual hingga puluhan ekor kambing. Namun tahun ini, baru dua ekor kambing yang berhasil terjual.
Menurut Kurnaini, minimnya permintaan terjadi meski kondisi hewan ternaknya sehat dan layak untuk kurban. Permintaan dari masyarakat disebut masih sangat rendah.
Selain banyaknya peternak kambing di Kabupaten Muaro Jambi, kondisi ekonomi masyarakat dan persiapan kebutuhan masuk sekolah anak-anak juga diduga menjadi faktor menurunnya daya beli warga terhadap hewan kurban jenis kambing.
“Tahun ini masih kurang, tidak seperti biasanya. Baru dua yang terjual, biasanya bisa sampai 10 ekor. Hambatannya sekarang penjualan agak susah karena banyak yang memelihara kambing, tapi yang membeli kurang,” katanya.
Berbeda dengan kambing, penjualan hewan kurban jenis sapi justru masih tergolong stabil. Hingga saat ini, Kurnaini mengaku sudah berhasil menjual empat ekor sapi untuk kebutuhan kurban Idul Adha tahun ini.
Harga hewan kurban pun bervariasi. Untuk sapi, harga berkisar antara Rp.19 juta hingga Rp.23 juta per ekor, tergantung ukuran dan bobot sapi. Sementara harga kambing berada di kisaran Rp3 juta hingga Rp4 juta per ekor, menyesuaikan ukuran hewan.
“Kalau sapi termasuk lancar, sudah empat yang terjual,” tutupnya. (uda)












