MUARO JAMBI, Jambiseru.com – Dua warga Desa Penyengat Olak, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi, mengaku menjadi korban dugaan pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh sejumlah orang yang berkaitan dengan aktivitas stockpile tambang pasir di RT 3, Desa Penyengat Olak.
Berdasarkan informasi, kedua korban diketahui bernama Hen dan Ridho. Peristiwa itu diduga bermula saat keduanya mengambil dokumentasi video terkait aktivitas di lokasi stockpile pasir yang berada di RT 03, Desa Penyengat Olak.
Usai merekam video, Hen dan Ridho kemudian pulang ke rumah. Namun, di tengah perjalanan, keduanya mengaku didatangi oleh beberapa orang yang memaksa mereka kembali ke lokasi aktivitas tersebut.
Dalam rekaman video yang diperoleh, Hen menuturkan, mereka mendapat ancaman apabila menolak ajakan tersebut.
“Setelah video, kami pulang. Pas mau pulang ada yang jemput. Maksa ngajak, kalau tidak mau ditembak. Dibawa ke pelabuhan lagi atau pangkalan pasir, terus digebuki. Ridho yang duluan digebuk. Ada dua orang yang mukul,” kata Hen dan Ridho dalam rekaman tersebut.
Akibat kejadian itu, kedua korban mengaku mengalami tindakan kekerasan. Korban berencana membawa kasus ini ke jalur hukum yakni melaporkan kejadian ke Polda Jambi. (uda)












