Kemarau Berkepanjangan, Hasil Panen Padi di Muaro Jambi Terjun Bebas

Kemarau Berkepanjangan, Hasil Panen Padi di Muaro Jambi Terjun Bebas
Kemarau Berkepanjangan, Hasil Panen Padi di Muaro Jambi Terjun Bebas. Foto: Uda/Jambiseru.com

MUARO JAMBI, Jambiseru.com – Kemarau berkepanjangan mulai memukul sektor pertanian di Kabupaten Muaro Jambi.

Keterbatasan pasokan air membuat pertumbuhan tanaman padi tidak maksimal, bahkan menyebabkan ratusan hektare lahan persawahan mengalami puso atau gagal panen.

Penurunan produksi pun cukup signifikan. Jika biasanya hasil panen padi di Muaro Jambi mencapai 3,7 ton per hektare, pada musim panen tahun ini angka tersebut merosot menjadi hanya 3,2 ton per hektare.

Artinya, petani kehilangan potensi hasil panen sekitar 0,5 ton dari setiap hektare lahan yang digarap.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Muaro Jambi, Evi Syahrul, mengatakan luas tanam padi hingga September mencapai 4.783 hektare.

Dari total tersebut, kata dia,sebanyak 1.231 hektare telah dipanen pada periode Januari hingga Mei, sedangkan 3.552 hektare lainnya merupakan lahan tanam periode Juni hingga September.

“Memang pada masa tanam kedua ini, kondisi cuaca cukup memengaruhi pertumbuhan tanaman padi. Ketersediaan air menjadi kendala bagi petani karena tanaman padi membutuhkan pasokan air yang cukup agar bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan produksi yang maksimal,” katanya.

Evi menyampaikan, dampak kekeringan paling nyata terlihat dari adanya lahan pertanian yang mengalami gagal panen.Dari total luas tanam pada periode Juni hingga September, sekitar 378 hektare lahan dilaporkan mengalami puso.

“Dari luas tanam pada masa tanam kedua, terdapat sekitar 378 hektare lahan yang mengalami puso. Ini menjadi perhatian kami karena kekurangan air dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan berujung pada kerugian bagi petani,” sampainya.

Evi menambahkan, penurunan produksi juga terlihat dari hasil panen per hektare yang tidak lagi mencapai angka normal. Jika sebelumnya petani dapat menghasilkan rata-rata 3,7 ton per hektare, pada musim panen tahun ini hasilnya turun menjadi sekitar 3,2 ton per hektare.

“Biasanya produksi padi kita berada di kisaran 3,7 ton per hektare. Namun, pada musim panen tahun ini turun menjadi sekitar 3,2 ton per hektare. Ada penurunan sekitar 0,5 ton per hektare, dan kondisi cuaca serta ketersediaan air menjadi faktor yang perlu kita perhatikan,” ujarnya.

Menurut Evi,untuk mengurangi dampak kemarau, Pemerintah daerah bersama petani telah melakukan upaya distribusi air ke area persawahan.

Penyaluran air dilakukan dengan memanfaatkan peralatan serta infrastruktur yang tersedia, terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan air tanaman yang masih dapat diselamatkan.

“Kami bersama petani sudah berupaya melakukan distribusi air ke persawahan dengan memanfaatkan peralatan dan infrastruktur yang ada. Upaya ini dilakukan agar kebutuhan air tanaman dapat terbantu dan dampak kekeringan terhadap pertanian bisa diminimalkan,” jelasnya.

Evi mengatakan, bahwa pihaknya telah mengusulkan pembangunan 17 titik jaringan irigasi air tanah, serta sejumlah infrastruktur pendukung lainnya melalui program GRASS Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum.

“Kami sudah mengusulkan pembangunan 17 titik jaringan irigasi air tanah melalui program GRASS dari Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PU. Harapannya, usulan ini dapat direalisasikan sehingga petani memiliki sumber air yang lebih memadai, terutama ketika memasuki musim kemarau,” katanya.

Ia berharap pembangunan infrastruktur irigasi tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga keberlangsungan usaha tani di Muaro Jambi.

Dengan pasokan air yang lebih terjamin, kata dia, risiko gagal panen diharapkan dapat ditekan dan produktivitas padi kembali meningkat.

“Kami berharap ke depan ketersediaan air untuk persawahan semakin baik. Dengan dukungan infrastruktur irigasi, petani bisa lebih terbantu dalam menghadapi musim kemarau, sehingga lahan pertanian tetap produktif dan penurunan hasil panen dapat kita antisipasi,” tandasnya. (uda)

Pos terkait