MUARO JAMBI, Jambiseru.com – Gelombang aspirasi warga Penyengat Olak kembali mengemuka. Kali ini, Iwan Irawan (45), seorang warga setempat, menyuarakan harapan tegas agar dinas terkait segera mengambil langkah konkret terhadap keberadaan pelabuhan yang dinilai telah lama meresahkan masyarakat.
Dalam aksi yang berlangsung penuh semangat kebersamaan itu, Iwan menyampaikan bahwa pencabutan izin dan penutupan pelabuhan menjadi solusi yang dinantikan warga. Menurutnya, langkah tersebut bukan semata soal penutupan operasional, melainkan upaya mencegah eskalasi aksi yang lebih besar di kemudian hari.
“Berharap dinas terkait segera mencabut izin serta menutup pelabuhan, dengan demikian tidak ada lagi aksi yang lebih besar,” kata Iwan dengan tegas saat ditemui di tengah kerumunan warga, Senin (19/10/2026).
Pria berusia 45 tahun itu menambahkan bahwa persoalan pelabuhan ini telah menjadi perhatian bersama warga Penyengat Olak. Ia menilai sudah saatnya pemerintah daerah melalui dinas terkait hadir dengan keputusan yang berpihak pada ketenteraman masyarakat.
Meskipun Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Muaro Jambi telah menunjukkan komitmennya dengan menindaklanjuti aspirasi warga selama tiga hari terakhir, Iwan menegaskan bahwa perjuangan ini belum usai. Warga berharap komitmen tersebut segera diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata, salah satunya dengan mencabut izin operasional yang selama ini dinilai bermasalah.
Tuntutan ini sejalan dengan dokumen yang dibacakan dalam aksi tersebut. Dalam dokumen tersebut, warga mendesak Dinas Lingkungan Hidup untuk meninjau kembali keberadaan dokumen Persetujuan Lingkungan terkait aktivitas di kawasan tersebut. Warga menilai dokumen lingkungan yang ada saat ini tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan dan proses perizinannya diduga menyalahi aturan.
Selain itu, warga juga meminta agar Dinas LH meninjau ulang Persetujuan Lingkungan CV Lintas Makmur Sejahtera, karena dinilai tidak sesuai dengan dokumen yang diajukan. Warga memberikan tenggat waktu 3×24 jam kepada pihak terkait untuk meninjau dan menindaklanjuti hal tersebut, dengan ancaman akan melakukan aksi yang lebih besar apabila tuntutan tidak dipenuhi.
Di balik tuntutan tersebut, Iwan menyimpan harapan besar akan terciptanya kebersamaan yang lebih erat di antara warga. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Penyengat Olak untuk menjadikan momen perjuangan ini sebagai titik balik menuju persatuan.
“Jadikan momentum ini sebagai awal dari persatuan dan kekompakan antar warga Penyengat Olak,” pungkasnya.
Aksi warga ini mencerminkan kepedulian kolektif terhadap kondisi lingkungan mereka. Warga berharap suara yang telah disampaikan mendapat respons positif dari pemerintah daerah, sehingga persoalan dapat diselesaikan secara bijak dan menyeluruh tanpa perlu ada aksi lanjutan yang lebih besar. (uda)











