MUARO JAMBI, Jambiseru.com – Pelantikan ribuan pengurus Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi berlangsung meriah dan penuh semangat di Bukit Cinto Kenang, Selasa (21/4/2026).
Momen ini menjadi simbol kebangkitan sektor pertanian daerah, sekaligus memperkuat optimisme menuju swasembada pangan.
Acara tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPN HKTI. Dalam kesempatan yang sama, turut dilantik pengurus DPD Wanita Tani Provinsi Jambi, menandai semakin kuatnya peran perempuan dalam pembangunan pertanian.
Sejumlah tokoh penting hadir menyaksikan momentum ini, di antaranya Gubernur Jambi Al Haris dan Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno, bersama para kepala daerah dari berbagai kabupaten di Provinsi Jambi.
Sebelum prosesi pelantikan, rangkaian kegiatan lapangan menjadi sorotan. Sudaryono bersama Al Haris dan Bambang Bayu Suseno turun langsung melakukan penanaman pohon buah, tanam jagung, hingga meninjau kebun ketahanan pangan dan kebun melon. Langkah ini tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi bagian nyata dari strategi pengendalian inflasi berbasis sektor pertanian.
Dalam sambutannya, Sudaryono menegaskan bahwa sinergi antara organisasi petani dan pemerintah merupakan kunci utama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Ia menekankan bahwa peningkatan produksi harus menjadi fokus bersama.
“Petani harus semakin semangat menanam. Kunci swasembada ada pada produksi yang terus meningkat,” katanya.
Ia juga memastikan pemerintah hadir melalui berbagai dukungan konkret, mulai dari bantuan alat dan mesin pertanian, ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau, hingga perbaikan irigasi dan penyediaan benih unggul.
Menghadapi ancaman El Nino, Sudaryono menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif berbasis teknologi, seperti pompanisasi dan pipanisasi air. Ia optimistis tantangan tersebut dapat diatasi.
“Dengan teknologi, El Nino bukan menjadi persoalan besar,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Al Haris memaparkan capaian menggembirakan sektor pertanian Jambi. Pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 4,93 persen, dengan nilai tukar petani sebesar 117,8 indikator meningkatnya kesejahteraan petani.
Tak hanya itu, luas lahan sawah juga terus bertambah, dari 104 ribu hektare menuju target 126 ribu hektare pada 2026. Produksi padi bahkan melonjak hingga 30,7 persen, tertinggi di Sumatera.
Meski masih menghadapi tantangan alih fungsi lahan ke perkebunan sawit, Al Haris melihat tren positif mulai kembali. Kebijakan harga gabah dan dukungan pemerintah, termasuk peran Bulog, mendorong petani kembali menanam padi.
“Target kami jelas, Jambi harus mampu swasembada beras, minimal untuk kebutuhan sendiri,” katanya.(uda)












