MUARO JAMBI, Jambiseru.com – Penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Muaro Jambi tidak hanya menjadi perhatian dari sisi pemadaman api dan penanggulangan bencana.
Sektor kesehatan juga mendapat perhatian serius. Buktinya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Muaro Jambi kebagian kucuran dana Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp1,1 miliar.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, Aang Hambali, mengatakan sesuai intruksi Bupati dan Wakil Bupati bantuan tersebut dimanfaatkan untuk menunjang program di bidang kesehatan untuk masyarakat dan harus tepat sasaran.
“Alhamdulillah, kita mendapatkan alokasi dana Banpres sebesar Rp1,1 miliar. Ini tentu menjadi dukungan yang sangat berarti bagi sektor kesehatan di Kabupaten Muaro Jambi,” katanya.
Menurutnya, kesehatan masyarakat merupakan salah satu aspek penting yang harus mendapat perhatian dalam penanganan karhutla.
Sebab, kata dia, dampak kebakaran hutan dan lahan tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan masyarakat akibat pencemaran udara dan paparan asap.
“Ketika terjadi karhutla, bukan hanya persoalan kebakaran yang harus kita pikirkan. Dampaknya terhadap kesehatan masyarakat juga harus menjadi perhatian. Karena itu, sektor kesehatan perlu didukung agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.
Aang menjelaskan, dana tersebut nantinya akan digunakan untuk mendukung program pemerintah daerah di bidang kesehatan, termasuk kebutuhan sarana dan prasarana serta peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan.
“Kita akan arahkan pemanfaatannya untuk mendukung kebutuhan di sektor kesehatan. Harapannya, fasilitas dan pelayanan kesehatan semakin baik, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan yang maksimal,” sampainya.
Ia juga berharap tambahan anggaran dari pemerintah pusat ini dapat memberikan dampak positif terhadap kesiapan layanan kesehatan di Muaro Jambi, terutama dalam menghadapi kemungkinan meningkatnya gangguan kesehatan masyarakat saat karhutla terjadi.
“Tentu yang menjadi harapan kita adalah bagaimana anggaran ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Jangan sampai dampak karhutla terhadap kesehatan tidak tertangani dengan baik. Kita ingin pelayanan kesehatan tetap siap dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tandasnya.(uda)










