Pemkot Jambi & UNJA Perkuat Program Kesehatan Lewat “Kelurahan Sehat Maslahat” di Tahtul Yaman

Pemkot Jambi & UNJA Perkuat Program Kesehatan Lewat "Kelurahan Sehat Maslahat" di Tahtul Yaman
Pemkot Jambi & UNJA Perkuat Program Kesehatan Lewat "Kelurahan Sehat Maslahat" di Tahtul Yaman. Foto: Jambiseru.com

JAMBI, Jambiseru.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus menggalakkan penguatan pembangunan kesehatan berbasis masyarakat melalui sinergi lintas sektor antara pemerintah, perguruan tinggi, dan elemen warga. Komitmen ini direalisasikan lewat Diskusi Publik Penyusunan Kebijakan dan Draf Surat Keputusan (SK) Camat tentang Kelurahan Sehat Maslahat (Masjid Sehat, Lingkungan Aktif dan Harmonis Terpadu) Tahtul Yaman Tahun 2026.

Kegiatan strategis tersebut dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, bertempat di Aula Kantor Camat Pelayangan, Rabu (2/9/2026). Forum ini mempertemukan jajaran Pemkot Jambi, aparatur Kecamatan Pelayangan, akademisi Universitas Jambi (UNJA), serta masyarakat untuk merumuskan kebijakan yang memperkuat basis kesehatan komunitas.

Dalam arahannya, Diza menekankan bahwa pembangunan sektor kesehatan tidak cukup hanya bertumpu pada ketersediaan rumah sakit, tenaga medis, maupun obat-obatan. Menurutnya, fondasi kesehatan harus bermula dari lingkungan tempat tinggal warga sehari-hari.

Fokus Hulu Kesehatan: Pembangunan kesehatan mencakup ketersediaan air bersih, sanitasi layak, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), ketahanan keluarga, pola asuh anak, pemenuhan gizi, hingga kapasitas preventif masyarakat.

Peran Garda Terdepan: Keluarga, lingkungan RT, hingga tingkat kelurahan diposisikan sebagai lini terdepan dalam mendeteksi dan mencegah dini berbagai persoalan kesehatan.

Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Jambi menunjukkan tren positif, naik dari 81,77 pada 2024 menjadi 82,32 pada 2025. Angka usia harapan hidup turut terkerek dari 75,12 tahun menjadi 75,53 tahun, diiringi penurunan prevalensi stunting yang signifikan. Kendati demikian, Diza mengingatkan agar jajarannya tidak cepat berpuas diri menghadapi dinamika tantangan kesehatan yang kian kompleks.

Tantangan Lingkungan dan Kasus ISPA

Diza menyoroti berbagai isu krusial yang mengancam kesehatan masyarakat, mulai dari sanitasi, stunting, penyakit menular dan tidak menular, hingga dampak perubahan iklim dan bencana lingkungan. Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) di wilayah sekitar turut menyumbang penurunan kualitas udara di Kota Jambi meski wilayah setempat nihil titik api.

Dampak lingkungan tersebut memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Catatan menunjukkan hingga minggu ke-33 tahun 2026 terdapat 1.681 kasus ISPA, dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang sempat menyentuh angka 200. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan fasilitas kesehatan serta penyediaan masker bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

Melalui program Kelurahan Sehat Maslahat—yang mengusung akronim Masjid Sehat, Lingkungan Aktif dan Harmonis Terpadu—Pemkot Jambi ingin membangun sistem perlindungan preventif berbasis wilayah. Pelaksanaannya bertumpu pada tiga prinsip utama: kebijakan berbasis data, penguatan upaya pencegahan, serta kesinambungan program.

Kolaborasi Strategis Bersama Universitas Jambi

Rektor Universitas Jambi, Prof. Dr. Helmi, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui platform Kampus Berdampak. UNJA berkomitmen memastikan riset dan pengabdian masyarakat menjawab kebutuhan riil di lapangan.

Sementara itu, Dosen Pendamping PPK Ormawa, Dr. Nofrans Eka Saputra, menjelaskan bahwa forum ini menjadi momentum evaluasi sekaligus keberlanjutan program yang telah berjalan selama dua tahun di Kelurahan Tahtul Yaman.

Sebagai puncak acara, dilakukan penandatanganan Deklarasi Komitmen Bersama dan Berkelanjutan Program Maslahat. Deklarasi ini melibatkan UNJA, Pemkot Jambi, unsur TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan kelurahan, puskesmas, organisasi profesi kesehatan, hingga lembaga kemasyarakatan guna memperkokoh model pembangunan kesehatan partisipatif di Kota Jambi. (ris)

Pos terkait