Hadapi Kekeringan dan Karhutla 2026, Wali Kota Jambi Siagakan Call Center 112 dan Ribuan Masker

hadapi kekeringan dan karhutla 2026, wali kota jambi siagakan call center 112 dan ribuan masker
Hadapi Kekeringan dan Karhutla 2026, Wali Kota Jambi Siagakan Call Center 112 dan Ribuan Masker. Foto: jambiserucom

JAMBI, Jambiseru.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mengambil langkah cepat mengantisipasi ancaman kekeringan dengan menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Kekeringan Kota Jambi Tahun 2026 di Lapangan Mako Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Kamis (27/8/2026).

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., sebagai tindak lanjut atas keputusan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang resmi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan di wilayah setempat.

Kegiatan strategis ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, perbankan, dunia usaha, hingga para relawan kebencanaan.

Wali Kota Maulana menegaskan, penetapan status siaga darurat ini merupakan bentuk langkah proaktif agar seluruh sumber daya bergerak cepat sebelum situasi memburuk.

“Prinsip kita sederhana, lebih baik mendeteksi lebih awal daripada terlambat merespons,” ujar Maulana di hadapan peserta apel.

Fokus Air Bersih dan Pengawalan Tiga Pilar

Sebagai langkah penanganan konkret, Pemkot Jambi saat ini telah mendistribusikan 602.000 liter atau setara 602 meter kubik air bersih bagi warga yang membutuhkan.

Bantuan air bersih diprioritaskan khusus untuk sektor rumah tangga, fasilitas umum, fasilitas sosial, sarana pendidikan, tempat ibadah, serta fasilitas kesehatan, dan tidak diperuntukkan bagi kepentingan komersial dunia usaha.

Guna memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran, Pemkot Jambi menyiagakan 21 unit armada tangki air. Rinciannya terdiri dari 15 unit milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, 4 unit dari Perumdam Tirta Mayang, serta 2 unit armada dukungan dari TNI.

“Semua prosesnya dikawal oleh tiga pilar. Titik temunya disiapkan di satu lokasi, sehingga ketika ada laporan kebutuhan, pasokan air langsung dikirimkan,” jelasnya.

Masyarakat yang mengalami krisis air bersih dapat langsung memanfaatkan layanan bebas pulsa Call Center Bahagia 112 yang aktif selama 24 jam. Setiap laporan akan diproses sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) oleh BPBD bersama Perumdam Tirta Mayang.

Waspada Karhutla, Kualitas Udara, dan Kesehatan Warga

Selain kekeringan, Pemkot Jambi juga meningkatkan pengawasan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memengaruhi kualitas udara. Maulana menyebut Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sempat menyentuh angka 200 beberapa hari lalu, namun berangsur membaik menjadi 106 pada Kamis pagi.

Sebagai langkah perlindungan dini, sebanyak 6.832 boks masker telah disiapkan di seluruh puskesmas untuk mengantisipasi dampak buruk udara bagi kesehatan masyarakat.

Pemerintah juga memantau ketat tren kesehatan warga, khususnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang tercatat sebanyak 1.681 kasus pada pekan ke-33 tahun 2026. Kendati menurun dari pekan sebelumnya, angka tersebut dinilai masih memerlukan kewaspadaan tinggi, termasuk potensi kasus diare akibat keterbatasan air bersih.

Kesiapsiagaan Lintas Wilayah dan Peran Aktif Masyarakat

Di sektor penanggulangan kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menyiagakan personel dan armada penuh selama 24 jam. Maulana menegaskan bahwa penanganan bencana tidak boleh dibatasi oleh sekat administrasi wilayah.

“Apabila di perbatasan terjadi kebakaran, tim Damkar Kota akan meluncur. Karena bencana sudah tidak mengenal lagi batas wilayah,” tegasnya.

Pemkot Jambi juga tidak segan menindak tegas pihak-pihak yang dengan sengaja membakar lahan maupun sampah sembarangan. Di akhir kegiatan, Wali Kota mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dengan cara berhemat air, menghindari pembakaran terbuka, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melapor jika menemukan titik api.

Untuk keadaan darurat dan gangguan keamanan, masyarakat juga dapat menghubungi layanan kepolisian di Call Center Polri 110.

“Kesiapsiagaan bukan hanya tentang seberapa kuat pemerintah menghadapi bencana, tetapi seberapa cepat kita mencegahnya, seberapa tanggap kita melindungi masyarakat, dan seberapa kuat kita bekerja bersama-sama,” pungkas Maulana.

Informasi Layanan Darurat Kota Jambi:

  • Call Center Bahagia 112 (Bebas Pulsa, 24 Jam)
  • Call Center Polri 110 (Layanan Darurat Keamanan).

(ris)

Pos terkait