JAMBI, Jambiseru.com – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., secara resmi mendorong penguatan kolaborasi internasional di sektor pendidikan. Langkah ini dinilai strategis guna mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperluas kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pembangunan daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Maulana saat menghadiri penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) Jambi dan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Jambi, yang berlangsung di Maulidia Convention Center, Rabu (26/08/2026).
Acara ini juga dirangkaikan dengan seremoni kolaborasi internasional antara IAIMA Jambi dan Kolej Poly-Tech MARA (KPTM) Malaysia untuk memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kolaborasi lintas negara ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken di Kuala Lumpur pada Mei 2026 lalu.
Menurut Maulana, sinergi dengan institusi luar negeri membuka peluang besar bagi dunia akademik lokal untuk memperluas jejaring serta mengadopsi praktik-praktik terbaik (best practices) dari negara lain.
“Insya Allah ini akan meningkatkan kualitas SDM kita. Kita bisa melihat wawasan di daerah lain, bahkan luar negeri, lalu mempelajari hal-hal baik untuk diterapkan di sini,” ujar Maulana.
Ia juga menegaskan komitmen Pemkot Jambi untuk terus menggandeng perguruan tinggi sebagai mitra strategis pembangunan. Maulana bahkan mempersilakan kampus-kampus di Jambi menjadikan pemerintah daerah sebagai laboratorium riset dan inovasi.
“Perguruan tinggi harus berdampak. Hasil riset dan masukan dari akademisi bisa menjadi landasan dasar bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan,” tegasnya.
Implementasi Nyata dan Penguatan Literasi Pajak
Selain kolaborasi internasional, kerja sama domestik turut diperkuat lewat penandatanganan PKS antara IAIMA Jambi dan BPPRD Kota Jambi. Sinergi ini dirancang untuk memperkuat literasi perpajakan mahasiswa sekaligus memberi ruang aplikasi ilmu secara langsung.
Rektor IAIMA Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG., menyambut baik dukungan tersebut dan menegaskan komitmennya agar kerja sama ini tidak berhenti sekadar pada seremoni penandatanganan di atas kertas.
“Yang lebih penting adalah bagaimana mengimplementasikannya dalam kegiatan nyata, seperti visiting lecture, sharing session, pertukaran dosen dan mahasiswa, joint research, hingga publikasi ilmiah bersama,” kata Nadiyah.
Ia menambahkan, di tengah kompleksitas era digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), mahasiswa dituntut tidak hanya cerdas secara akademis, melainkan juga piawai dalam berkomunikasi dan membangun jejaring lintas negara. Fokus awal kerja sama IAIMA dan KPTM Malaysia ini salah satunya menyasar bidang Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).
Sementara itu, Pengerusi KPTM Sdn. Bhd., YB Dato’ Haji Shamshulkahar bin Haji Mohd Deli, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Pemkot Jambi dan IAIMA. Kunjungan balasan ini diharapkan mampu mempererat hubungan kedua institusi secara berkelanjutan.
Rangkaian acara ditutup dengan sesi diskusi dan sharing session bersama Dekan Fakultas Pendidikan KPTM Sdn. Bhd., Dr. Mazeni Ismail, yang diikuti oleh sekitar 200 peserta dari kalangan dosen dan mahasiswa IAIMA Jambi. (ris)











