Konser Armada di Batanghari Tersandung Kasus Dugaan Korupsi

Armada Band.
Armada Band.Foto: Antara

BATANGHARI, Jambiseru.com – Konser Armada Band di Batanghari, 10 Desember 2022 lalu, dalam rangka peringatan HUT Batanghari ke-74, tersandung kasus dugaan korupsi.

Praktek korupsi di perayaan HUT Batanghari ke-74, informasinya terdapat pada anggaran makan dan minum, festival band dan juga biaya penginapan grup Armada Band yang digelar di akhir tahun lalu.

Informasi didapat, dugaan korupsi berupa markup anggaran pada festival band tersebut, sudah dilaporkan ke Mako Polres Batanghari. Pelapor ialah LSM Gerakan Pemantau Korupsi Jambi (GPKJ).

Bacaan Lainnya

Dikutip dari laman Bulian.id (partner Jambiseru.com), Ketua LSM GPKJ, Supan Sopian menyebut, ada beberapa item yang mereka laporkan ke Polres Batanghari terkait dugaan mark up anggaran tersebut. Yakni anggaran makan dan minum, festival band dan juga biaya penginapan group Band Armada yang digelar di akhir tahun lalu.

“Dugaan mark up anggaran tersebut sudah kita laporkan ke Polres Batanghari, saat ini kita masih menunggu perkembangannya,” ujarnya saat dikonfirmsi Bulian.Id, Jumat (27/01/2023).

Lanjut dia, informasi terbaru yang dirinya terima, Polres Batanghari sudah menyurati Inspektorat Batanghari agar melakukan audit bersama terkait SPJ yang dibuat oleh Dinas Porapar Batanghari.

“Mereka sudah menyurati Inspektorat, agar melakukan audit bersama terkait anggaran HUT Batanghari tersebut. Karena yang kita tahu, perayaan HUT tersebut menelan anggaran kurang lebih sebesar Rp 1,6 Miliar” singkatnya.

Tidak hanya itu saja, dalam kegiatan lomba band yang digelar beberapa waktu lalu, juga sempat menimbulkan polemik antara panitia penyelenggara dengan Dinas Porapar Batanghari.

Bagaimana tidak, hadiah pemenang berupa uang tersebut sempat diberikan tidak sesuai dengan anggaran yang sudah ditetapkan. Dimana anggaran untuk pemenang yang meraih juara satu, semestinya uang tunai senilai Rp 3.000.000,-, namun pihak Dinas Porapar hanya memberikan senilai Rp1.500.000,-.

“Kami panitia pun melayangkan protes ke dinas, karena uang yang diberikan ke pemenang festival band tidak sesuai dengan penganggaran awal. Karena kami protes dan sempat mau beritahu ke Ibu Bupati, akhirnya dinas membayar full uang hadiahnya,” ujar salah satu panitia yang enggan disebutkan namanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Irbansus Inspektorat Batanghari, A Fathan menyebutkan, sampai saat ini belum ada laporan yang datang kepadanya.

“Belum ada di meja saya, coba konfirmasi dulu ke pak Inspektur,” ujarnya, Jumat (27/01/2022).

Di lain tempat, Kabid Periwisata Disparpora Batanghari, Yahya Mulia, saat dikonfirmasi terkait adanya laporan dugaan mark up anggaran tersebut. Ia mengatakan, laporan tersebut sah-sah saja, dan tentu akan diuji kebenarannya.

“Sepanjang bukti kebenarannya ada akan kita uji kebenarannya… itu kan laporan boleh bae,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi via Whatsapp, Jumat (27/01/2023). (nas)

Sumber: Bulian.id (partner Jambiseru.com)

Pos terkait