Proyek Poltekkes Jambi Rp1,4 Miliar Disorot, Repeat Order Sudah Jalan Tapi di Lapangan “Macet”

Proyek Poltekkes Jambi Rp1,4 Miliar Disorot, Repeat Order Sudah Jalan Tapi di Lapangan "Macet"
Proyek Poltekkes Jambi Rp1,4 Miliar Disorot, Repeat Order Sudah Jalan Tapi di Lapangan "Macet".Foto: Uda/Jambiseru.com

JAMBI, Jambiseru.com – Proyek lanjutan pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu Poltekkes Kemenkes Jambi bernilai miliaran rupiah disorot dan dinilai macet.

Pasalnya, hingga hampir dua bulan setelah proses penunjukan dilakukan, aktivitas Manajemen Kontruksi Pembangunan Tahap III Gedung Laboratorium Terpadu Poltekkes Kemenkes Jambi senilai Rp1.450.000.000,00 (satu miliar empat ratus lima puluh juta rupiah), dinilai belum menunjukkan hasil yang signifikan.

Penggiat pengadaan barang dan jasa Jambi, JHH mempertanyakan dasar penggunaan mekanisme repeat order (RO) dalam penunjukan penyedia jasa, termasuk alasan penetapan PT Kalaimanya untuk pekerjaan lanjutan pembangunan gedung tersebut.

“Kalau memang alasan utamanya karena situasi mendesak, kenapa sampai sekarang belum ada pergerakan nyata di lapangan? Ini yang menjadi pertanyaan,” katanya.

Kata dia, penggunaan mekanisme repeat order memang diperbolehkan sepanjang memenuhi syarat regulasi. Namun transparansi, urgensi, serta efektivitas pelaksanaannya tetap harus dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Jangan sampai alasan percepatan justru menimbulkan persepsi negatif karena hasilnya belum terlihat. Transparansi progres pekerjaan penting agar tidak menimbulkan spekulasi,” jelasnya.

“PT Kalimanya sudah 3 tahun berturut jadi pemenang, sepertinya di pelihara?,” tambahnya.

Diketahui, pihak Poltekkes Kemenkes Jambi melalui PPK menyebut, proses repeat order telah dilakukan sesuai Surat Edaran Kepala LKPP Nomor 3 Tahun 2022 dan diproses oleh Pokja ULP Kemenkes.

Mekanisme itu dipilih karena apabila dilakukan tender ulang diperkirakan memakan waktu hampir dua bulan dan dikhawatirkan menghambat pelaksanaan konstruksi.

“Proses pemilihan dilakukan Maret, kontrak April, dan saat ini proses sudah berjalan,” kata Kushairi selaku PPK Poltekkes Jambi.

Namun demikian, kondisi di lapangan justru memunculkan tanda tanya baru. Hingga kini, publik menilai belum terlihat aktivitas berarti terkait pekerjaan lanjutan proyek tersebut. (uda)

Pos terkait