KOTA JAMBI, Jambiseru.com – Wali Kota Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza resmi menggeber kebangkitan kawasan Kota Tua Jambi melalui wisata kuliner yang digadang-gadang menjadi motor baru ekonomi sekaligus ruang hidup sejarah.
Dalam peresmian tersebut, Maulana menegaskan, Kota Tua bukan sekadar deretan bangunan lama, melainkan jejak panjang peradaban dan aktivitas perdagangan yang pernah berjaya.
Ia mengisahkan bagaimana kawasan itu dulu menjadi pusat transaksi keramik, kain, hingga berbagai komoditas penting yang menghidupi masyarakat lintas generasi.
“Dulu orang datang ke sini dengan cerita, datuk mereka berdagang di sini, keramik, kain, dan lainnya. Tapi sekarang sepi. Ini yang harus kita ubah. Kita bangun kembali narasinya,” katanya.
Menurut Maulana, kekuatan utama kawasan ini terletak pada sejarahnya yang bahkan telah ada sejak zaman kolonial Belanda, jauh sebelum Indonesia merdeka.
Ia menilai, potensi tersebut selama ini belum tergarap maksimal dan perlu dikemas ulang agar relevan dengan generasi masa kini.
Kata dia, Pemerintah Kota Jambi lebih dulu membangun identitas kawasan dengan memasang gapura “Selamat Datang di Wisata Kota Tua” sebagai simbol kebangkitan.
Tak hanya itu, hambatan-hambatan seperti retribusi dan berbagai pungutan sengaja dihilangkan untuk memberi ruang tumbuh bagi pelaku usaha.
“Saya minta kawasan ini dibebaskan dulu. Jangan ada hambatan. Kita fokus bangun dulu. Kalau ekonomi sudah bergerak, dampaknya pasti kembali ke PAD,” sebutnya. (uda)












