JAMBI, Jambiseru.com – Persoalan serius dunia pendidikan di Kabupaten Merangin kembali mencuat. Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Merangin secara tegas menyoroti keterbatasan akses internet (blank spot) hingga minimnya ketersediaan Taman Kanak-Kanak (TK) negeri saat melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.
Rombongan Pansus I dipimpin Ketua Pansus, Taufiq, dan disambut langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Umar My, SE, MM, bersama jajaran kepala bidang.
Dalam pertemuan tersebut, Taufiq menekankan, masih banyak wilayah di Merangin yang belum tersentuh jaringan internet. Kondisi ini dinilai menghambat transformasi pendidikan, terutama di era digital yang menuntut akses informasi cepat dan merata.
“Blank spot bukan sekadar persoalan sinyal, tapi menyangkut kesenjangan kualitas pendidikan. Siswa di daerah terpencil tidak memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pembelajaran digital,” kata Taufiq.
Tak hanya itu, ia juga mengkritisi minimnya keberadaan TK negeri di Merangin. Saat ini, sebagian besar layanan pendidikan usia dini masih bergantung pada swadaya masyarakat. Hal ini dinilai berpotensi menciptakan ketimpangan kualitas pendidikan dasar.
“Kami berharap ada intervensi nyata dari pemerintah provinsi. Pendidikan dasar adalah fondasi, tidak boleh diserahkan sepenuhnya pada kemampuan masyarakat,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Umar My menyatakan, pemerintah provinsi terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui sejumlah program strategis.
Salah satunya melalui program “Pro Jambi Cerdas” yang menyediakan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa.
Selain itu, Disdik Provinsi juga tengah memperkuat pendidikan vokasi melalui kemitraan dengan dunia usaha dan industri, baik di tingkat nasional maupun internasional, guna meningkatkan daya saing lulusan.
“Kami terus berupaya menjawab tantangan pendidikan, termasuk pemerataan akses dan peningkatan kualitas. Sinergi dengan pemerintah kabupaten menjadi kunci,” kata Umar.
Kunjungan ini turut dihadiri Ketua DPRD Merangin, Rivaldi, yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pemerintahan dalam menyelesaikan persoalan pendidikan secara menyeluruh. (uda)












