Akibat Aktivitas Illegal Drilling, Sungai Bukit Subur Tercemar

0
Illegal Drilling

JAMBISERU.COM, Sengeti – Aktivitas Illegal drilling di Kecamatan Bahar Selatan, Muaro Jambi, ternyata menimbulkan dampak negatif bagi warga kecamatan setempat. Pasalnya, aliran Sungai Bukit Subur menjadi tercemar.

BACA JUGA: Polres Batanghari Tetapkan Dua Orang Tersangka Pengrusakan Mapolsek Bathin XXIV

“Aliran Sungai Bukit Subur saat ini sudah tercemar, ini merupakan dampak dari aktivitas illegal drilling yang terjadi di sana,” kata Kepala Bagian Ekonomi Setda Muaro Jambi, Aditia Warman, Selasa (25/6/2019).

Aditia menambahkan, Sungai Bukit Subur memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan warga Kecamatan Bahar Selatan. Sungai ini merupakan sumber air baku yang dimanfaatkan warga untuk memenuhi keperluan sehari-harinya.

“Aliran airnya sekarang telah berubah warna, berminyak dan berbau. Itu fakta yang kita temukan di lapangan,” terangnya.

Aditia menjelaskan, selain mencemari sumber air baku, aktivitas illegal drilling turut menyisakan pekerjaan rumah yang cukup berat bagi pemerintah. Sebab, kegiatan illegal driling pada umumnya menyisakan lubang-lubang berukuran besar dan tanahnya penuh dengan tumpahan minyak.

“Hasil pendataan yang kita lakukan, sedikitnya ada 100 lubang yang muncul akibat aktivitas illegal driling tersebut. Lubang-lubang itu harus ditutup semua,” sebutnya.

Selain itu, kerusakan lingkungan akibat aktivitas illegal driling mesti dipulihkan (recovery). Pemulihan kerusakan lingkungan ini membutuhkan dana yang tidak sedikit. Untuk menutup satu lubang saja dibutuhkan dana minimal Rp 50 juta.

“Pihak Pertamina bersedia melakukan recovery, dengan catatan harus ada jaminan dari pemerintah mampu menghentikan aktivitas illegal tersebut,” jelasnya.

Menurut Aditia, aktivitas illegal drilling di Kecamatan Bahar Selatan sebenarnya tidak sulit untuk dihentikan. Sebab, mayoritas masyarakat setempat menolak aktivitas illegal ini.

“Yang melakukan aktivitas illegal driling di sana orang luar, mereka kerja sama dengan pemilik lahan. Sementara masyarakat secara umum menolak illegal drilling itu,” imbuhnya.

Bukti penolakan warga terlihat dengan situasi yang terjadi di lapangan saat ini. Aktivitas illegal driling di Kecamatan Bahar Selatan sudah berhenti beberapa bulan yang lalu.

“Illegal driling di Bahar Selatan untuk saat ini berhenti, itu tidak lepas dari penolakan dari warga setempat,” katanya.

BACA JUGA: Gadis Dibawah Umur Digilir Lima Pemuda

Untuk diketahui, aktivitas illegal driling sebelumnya marak terjadi di Bahar Selatan. Kegiatan illegal ini paling banyak ditemui di Desa Bukit Subur. Tidak hanya di desa itu saja, kegiatan illegal ini juga merambah ke Desa Adipura Kencana, Bukit Jaya dan Desa Trijaya.(uda)

Loading Facebook Comments ...
loading...
MEDIA PARTNER: