Kisah Mbah Kasiah, Pedagang Sapu Lidi di Tengah Wabah Covid-19

  • Whatsapp
Mbah Kasiah. Foto: Cr01/Jambiseru.com
Mbah Kasiah. Foto: Cr01/Jambiseru.com

Kisah Mbah Kasiah, Pedagang Sapu Lidi di Tengah Wabah Covid-19

JAMBISERU.COM – Meski di tengah wabah Corona (Covid-19) dan semua orang disuruh di rumah saja, seorang lanjut usia (lansia) rentan tertular, Mbah Kasiah (70), warga Lorong Pulau Intan Desa Tebing Tinggi Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari, masih berkeliaran di luar rumah.

Bacaan Lainnya

Baca Juga : Tim Sultan Tebo Tembak Spesialis Pencuri Mobil

Tak patah semangat dan masih giat mencari uang, Mbah Kasiah berjalan kaki berjualan sapu lidi yang dijualnya perikat Rp 5.000.

Mbah Kasiah seorang janda, memiliki anak enam orang, dengan ekonomi keenam anaknya tak jauh berbeda darinya. Anak-anaknya kerja serabutan, ada pula yang bekerja sebagai buruh bangunan dan tinggalnya juga berjauhan.

Afrizal Chandra (39), warga Tebing Tinggi tergerak hatinya mengungkapkan kisah Mbah Kasiah yang butuh bantuan dermawan di tengah wabah corona ini. Kata dia, saat ini Mbah Kasiah sudah tidak lagi bantuan beras miskin sejak bulan Agustus 2019 sampai saat ini.

“Pernah sayo tanyo ke Pemerintah Desa Tebing Tinggi (Pemdes), jawabnyo, itu perubahan data dari pusat,” ungkap Afrizal sambil menirukan Pemdes, Selasa (5/5/2020).

Mbah Sapu adalah sapaan akrab Mbah Kasiah. Mbah Sapu sering berjalan kaki berjualan sapu lidi keliling, di kawasan Desa Tebing Tinggi, terkadang berjualan di jalan lintas Jambi – Batanghari.

Ia berjualan sapu lidi tergantung dari banyaknya pelepah kelapa seseorang yang jatuh, lalu ia kumpulkan untuk dijadikan satu ikat sapu lidi, lalu diikat dan dijual.

“Rata-rata warga Tebing Tinggi, gak ada yang marah kalau Mbah Sapu mengambil pelepah kelapa mereka yang telah jatuh,” ujar Afrizal.

Baca Juga : Jambret Kalung Pemotor di Telanaipura, Pelaku Dihadang dan Ditabrak Warga

Kini Mbah Sapu atau Mbah Kasiah butuh bantuan cepat. Ekonomi sebelum dan saat Covid-19 yang kian menjepit dirinya, membuat tak ada pilihan lagi bagi wanita itu selain terus berkeliaran di jalan dan membahayakan kesehatannya dari ancaman Covid-19. (cr01)

Baca Berita Jambiseru.com yang lain:
BERITA JAMBI
BERITA COVID-19 / CORONAVIRUS / CORONA

 

Pos terkait