Kesan Nonton Drama Korea Duty After School: Ketika Anak Sekolah Dipaksa Berperang Melawan Makhluk Misterius

Kesan Nonton Drama Korea Duty After School
Kesan Nonton Drama Korea Duty After School. Foto: Istimewa

JAMBI, Jambiseru.com – Duty After School adalah drama Korea yang cukup berbeda dari kebanyakan serial bertema sekolah. Kalau biasanya cerita anak SMA berkutat pada percintaan, persahabatan, persaingan akademik, atau masalah keluarga, serial ini justru membawa para siswa masuk ke situasi yang jauh lebih ekstrem: mereka harus ikut berperang demi bertahan hidup.

Sejak awal menonton Duty After School, saya langsung mendapatkan kesan bahwa drama ini sengaja memainkan kontras antara kehidupan sekolah dan suasana perang. Anak-anak yang seharusnya sibuk memikirkan ujian masuk perguruan tinggi justru harus belajar memegang senjata dan menghadapi makhluk misterius yang mengancam kehidupan manusia.

Serial Korea Selatan ini pertama kali tayang pada 2023 melalui TVING. Drama yang dikenal dengan judul Korea Banggwa Hoo Jeonjaenghwaldong tersebut diadaptasi dari webtoon karya Ha Il-kwon. Serial ini memiliki 10 episode dan terbagi dalam dua bagian. Part 1 menghadirkan enam episode, sementara Part 2 melanjutkan cerita dengan empat episode.

Bagi saya, daya tarik terbesar Duty After School justru terletak pada premisnya. Cerita tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk membuat penonton memahami bahwa kehidupan para siswa sudah berubah total. Mereka bukan lagi sekadar murid yang mengejar nilai bagus, tetapi anak-anak muda yang dipaksa menghadapi situasi yang bahkan mungkin belum siap mereka pahami.

Ketika Sekolah Berubah Menjadi Medan Perang

Cerita Duty After School berpusat pada siswa kelas tiga SMA Sungjin High School. Mereka berada pada fase kehidupan yang seharusnya sangat penting karena harus mempersiapkan diri menghadapi ujian masuk perguruan tinggi.

Namun, keadaan berubah setelah muncul makhluk-makhluk misterius di langit yang mengancam manusia. Pemerintah kemudian meningkatkan kekuatan pertahanan dan para pelajar dilibatkan sebagai pasukan cadangan.
Di sinilah premis drama terasa menarik.

Bayangkan saja, pagi hari seorang siswa masih memikirkan pelajaran dan ujian, tetapi tidak lama kemudian harus belajar strategi bertempur. Buku pelajaran berganti dengan senjata. Ruang kelas tidak lagi sepenuhnya menjadi tempat belajar karena lingkungan sekolah perlahan berubah menjadi bagian dari zona perang.

Perubahan tersebut membuat suasana cerita terasa tidak nyaman dalam arti yang positif. Penonton dibuat bertanya-tanya, bagaimana jika anak-anak yang belum cukup matang secara emosional harus menghadapi situasi hidup dan mati?

Pertanyaan seperti itu menjadi salah satu kekuatan drama ini.

Para siswa juga tidak langsung berubah menjadi tentara profesional. Mereka tetap membawa sifat masing-masing. Ada yang takut, ada yang egois, ada yang mencoba bercanda untuk mengurangi ketegangan, ada yang berusaha menjadi pemimpin, dan ada pula yang justru terlihat lebih dewasa ketika keadaan semakin sulit.

Menurut saya, karakterisasi seperti ini membuat cerita terasa lebih manusiawi.

Kesan Pertama Saat Menonton Duty After School

Kesan pertama saya ketika menonton Duty After School adalah rasa penasaran. Premisnya memang terdengar sederhana, tetapi ketika cerita mulai memperlihatkan bagaimana kehidupan sekolah berubah menjadi situasi darurat, ketegangannya mulai terasa.

Hal yang menarik adalah drama tidak hanya menjual adegan pertempuran. Ada cukup banyak momen yang memperlihatkan hubungan antarsiswa, konflik internal, rasa takut, kecemburuan, keberanian, dan keputusan sulit.

Ini penting karena kalau seluruh cerita hanya berisi aksi melawan makhluk asing, kemungkinan penonton akan cepat merasa lelah. Namun, Duty After School mencoba memberikan ruang bagi karakter untuk berkembang.

Saya juga suka bagaimana cerita memperlihatkan bahwa keberanian bukan berarti tidak takut.

Justru banyak karakter terlihat takut, tetapi mereka tetap mencoba menjalankan tugas. Ada momen ketika seseorang yang sebelumnya terlihat biasa saja harus mengambil keputusan penting. Dari situ penonton bisa melihat perubahan karakter yang terjadi secara perlahan.

Shin Hyun Soo sebagai Lee Choon Ho

Salah satu karakter penting dalam drama ini adalah Lee Choon Ho, yang diperankan oleh Shin Hyun Soo.

Lee Choon Ho merupakan pemimpin peleton yang bertugas melatih para siswa. Karakternya digambarkan tegas dan cukup keras dalam memberikan arahan, tetapi di balik sikap tersebut terdapat kepedulian terhadap keselamatan para siswa.

Bagi saya, karakter Lee Choon Ho menjadi semacam jembatan antara dunia militer dan dunia anak sekolah.

Dia harus membuat para siswa disiplin, tetapi pada saat yang sama harus memahami bahwa mereka bukan tentara yang sudah berpengalaman. Mereka adalah remaja yang tiba-tiba ditempatkan dalam situasi perang.
Shin Hyun Soo mampu memberikan nuansa serius pada karakter tersebut. Tatapan, intonasi, serta cara berbicara membuat Lee Choon Ho terasa seperti seseorang yang mempunyai tanggung jawab besar.

Perannya juga membantu menjaga cerita agar tidak sepenuhnya tenggelam dalam kekacauan para siswa.

Kim Ki Hae sebagai Kim Chi Yeol

Karakter lain yang menarik adalah Kim Chi Yeol, diperankan oleh Kim Ki Hae.

Kim Chi Yeol merupakan salah satu siswa yang cukup penting dalam perkembangan cerita. Karakternya memberikan perspektif dari sisi pelajar yang harus beradaptasi dengan keadaan luar biasa.

Kim Ki Hae berhasil memperlihatkan perubahan karakter yang cukup menarik. Dari seorang siswa yang berada dalam lingkungan sekolah, penonton kemudian melihat bagaimana tekanan situasi perlahan memengaruhi cara berpikirnya.

Akting Kim Ki Hae juga menjadi salah satu bagian dari track record serial ini. Ia mendapatkan nominasi Best New Actor pada Blue Dragon Series Awards 2023 untuk perannya dalam Duty After School.

Kwon Eun Bin sebagai Yeon Bo Ra

Ada pula Yeon Bo Ra, karakter yang diperankan oleh Kwon Eun Bin.

Kwon Eun Bin dikenal sebagai salah satu anggota grup CLC sebelum aktif dalam berbagai proyek akting. Dalam Duty After School, ia menjadi bagian penting dari kelompok siswa yang harus menghadapi situasi perang.
Karakter Yeon Bo Ra memberikan warna tersendiri karena hubungan antarsiswa menjadi bagian penting dalam perjalanan cerita.

Kwon Eun Bin juga memperoleh nominasi Best New Actress pada Blue Dragon Series Awards 2023 berkat perannya dalam serial ini.
Buat saya, nominasi tersebut menunjukkan bahwa penampilan para pemain muda dalam drama ini memang mendapatkan perhatian.

Moon Sang Min dan Karakter Wang Tae Man

Moon Sang Min juga menjadi bagian dari jajaran pemeran sebagai Wang Tae Man. Namanya kemudian semakin dikenal melalui berbagai drama Korea setelah Duty After School.

Dalam serial ini, Wang Tae Man merupakan salah satu siswa yang ikut berada di tengah situasi ekstrem. Karakter seperti ini memperlihatkan bagaimana kelompok siswa memiliki kepribadian yang berbeda-beda.
Menariknya, penonton tidak hanya melihat mereka sebagai satu kelompok. Masing-masing memiliki ketakutan, kepentingan, dan cara menghadapi masalah sendiri.
Hal tersebut membuat konflik internal terasa cukup penting.

Hubungan Antarkarakter Menjadi Kekuatan

Salah satu hal yang membuat saya bertahan menonton Duty After School adalah hubungan antarkarakternya.

Drama ini tidak hanya bertanya apakah mereka bisa mengalahkan makhluk misterius. Cerita juga bertanya apakah mereka bisa tetap menjadi satu kelompok ketika tekanan semakin besar.
Dalam situasi normal, masalah kecil di antara siswa mungkin bisa dianggap sepele. Namun, ketika nyawa menjadi taruhan, masalah tersebut bisa berubah menjadi konflik besar.

Ada rasa tidak percaya.
Ada ketakutan.
Ada keputusan yang tidak semua orang setujui.
Ada juga pengorbanan.

Inilah bagian yang menurut saya membuat drama terasa lebih emosional.

Penonton dapat melihat bahwa musuh terbesar dalam sebuah situasi krisis terkadang bukan hanya sesuatu yang berada di luar kelompok, tetapi juga ketakutan dan konflik yang muncul dari dalam kelompok itu sendiri.

Visual dan Nuansa Sci-Fi

Dari sisi visual, Duty After School menawarkan nuansa yang berbeda dibanding drama sekolah pada umumnya.

Makhluk misterius yang muncul di langit menjadi elemen penting dalam cerita. Kehadiran mereka membuat suasana sekolah berubah menjadi dunia yang penuh ancaman.

Efek visual juga menjadi salah satu pencapaian serial ini. Duty After School memenangkan penghargaan Best Visual or Special FX in TV Series or Feature Film pada Asian Academy Creative Awards 2023 untuk kategori nasional Korea.

Penghargaan tersebut menurut saya cukup relevan dengan karakter drama yang memang membutuhkan efek visual untuk menghadirkan ancaman dari makhluk-makhluk misterius tersebut.

Meski begitu, saya merasa kekuatan visualnya akan terasa lebih maksimal jika penonton menikmati drama ini sebagai perpaduan antara sci-fi dan survival, bukan semata-mata sebagai tontonan monster.

Bukan Sekadar Drama Perang

Yang membuat Duty After School menarik adalah pertanyaan tentang masa depan anak-anak muda.

Mereka sedang berada pada masa ketika seharusnya mulai menentukan masa depan. Sebagian mungkin ingin kuliah. Sebagian mungkin memiliki cita-cita tertentu. Ada yang sedang memikirkan hubungan pertemanan dan kehidupan keluarga.

Kemudian semua itu tiba-tiba berubah.
Ujian menjadi tidak lagi menjadi prioritas.
Rencana masa depan menjadi tidak pasti.
Bahkan kesempatan untuk pulang ke rumah pun tidak selalu bisa dianggap sebagai sesuatu yang pasti.

Dari sini drama membawa pesan tentang bagaimana manusia bisa berubah ketika keadaan memaksa mereka keluar dari zona nyaman.

Para siswa belajar disiplin, belajar bertanggung jawab, belajar mengambil keputusan, sekaligus belajar menghadapi konsekuensi.

Track Record Duty After School

Kalau berbicara mengenai track record, Duty After School memiliki sejumlah catatan menarik.
Drama ini merupakan adaptasi dari webtoon populer karya Ha Il-kwon. Versi dramanya diproduksi oleh Studio Dragon dan disutradarai Sung Yong-il dengan penulis Yoon Soo. Serial tersebut tayang pada 2023 dan memiliki total 10 episode.

Dari sisi penghargaan, serial ini memenangkan kategori Best Visual or Special FX in TV Series or Feature Film pada Asian Academy Creative Awards 2023 untuk Korea. Sementara itu, sejumlah pemainnya memperoleh nominasi pada Blue Dragon Series Awards, termasuk Kim Ki Hae, Kwon Eun Bin, dan Moon Sang Min.

Dari sisi penerimaan penonton, data yang tersedia di IMDb menunjukkan rating sekitar 6,9/10 berdasarkan ribuan penilaian pengguna. Sementara AsianWiki mencatat rating pengguna sekitar 90/100 pada data yang tersedia.

Angka tersebut tentu bukan ukuran mutlak apakah sebuah drama bagus atau tidak. Selera penonton terhadap ending, karakter, dan ritme cerita bisa berbeda. Namun, setidaknya Duty After School memiliki rekam jejak yang menunjukkan bahwa serial ini mendapatkan perhatian dari penonton dan industri.

Akting Pemain Muda Jadi Daya Tarik

Saya merasa salah satu tantangan terbesar drama seperti Duty After School adalah banyaknya karakter.

Ada cukup banyak siswa yang harus diperkenalkan kepada penonton. Karena itu, setiap pemain harus mampu membuat karakternya mudah dibedakan.

Jajaran pemainnya antara lain Shin Hyun Soo, Lee Soon Won, Im Se Mi, Kwon Eun Bin, Kim Ki Hae, Kim Min Chul, Kim So Hee, Kim Su Gyeom, Moon Sang Min, Lee Yeon, Choi Moon Hee, dan sejumlah aktor muda lainnya.

Bagi saya, kekuatan ensemble cast seperti ini terletak pada interaksi antarpemain. Ketika satu karakter mengalami masalah, reaksi karakter lain ikut menentukan bagaimana suasana adegan tersebut.

Drama ini juga menjadi salah satu proyek yang memberikan ruang cukup besar kepada aktor dan aktris muda untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Bagian yang Menurut Saya Kurang

Tidak ada tontonan yang sempurna, termasuk Duty After School.

Salah satu hal yang mungkin membuat sebagian penonton kurang nyaman adalah jumlah karakter yang cukup banyak. Pada beberapa bagian, penonton harus mengingat siapa melakukan apa dan bagaimana hubungan mereka dengan karakter lain.

Bagi saya, hal tersebut tidak terlalu mengganggu setelah mengikuti ceritanya lebih jauh, tetapi pada awal menonton memang membutuhkan perhatian.

Ritme cerita juga bisa terasa berbeda antara satu bagian dengan bagian lainnya. Ada episode yang terasa sangat intens, sementara bagian lain lebih banyak digunakan untuk membangun karakter dan konflik.

Namun, saya justru melihat bagian yang lebih tenang tersebut sebagai kesempatan untuk memahami para siswa sebelum cerita kembali memasuki situasi penuh tekanan.

Apakah Duty After School Layak Ditonton?

Kalau Anda menyukai drama Korea bertema thriller, survival, sci-fi, sekolah, dan perang, saya rasa Duty After School cukup layak masuk daftar tontonan.

Serial ini bukan drama yang hanya mengandalkan kisah cinta. Bahkan unsur romantis bukan menjadi fokus utama.
Kekuatan utamanya ada pada survival dan perubahan karakter.

Saya juga menyarankan agar penonton tidak terlalu banyak mencari spoiler sebelum menonton. Salah satu kesenangan dari drama ini adalah melihat bagaimana situasi berubah dari episode ke episode.

Semakin banyak informasi yang diketahui, semakin berbeda pula cara kita melihat karakter-karakternya.

Bagi penonton yang menyukai cerita dengan suasana tegang, konflik kelompok, dan pertanyaan tentang bagaimana manusia bertahan dalam keadaan ekstrem, drama ini menawarkan pengalaman yang cukup menarik.

Kesan Akhir Setelah Menonton

Setelah mengikuti Duty After School, kesan yang paling tertinggal bagi saya bukan hanya tentang makhluk misterius atau adegan pertempurannya.
Yang lebih menarik adalah melihat bagaimana anak-anak sekolah dipaksa menghadapi dunia yang tidak pernah mereka bayangkan.
Mereka masih muda, tetapi keadaan menuntut mereka bertindak seperti orang dewasa.
Di situlah drama ini terasa cukup menyentuh.

Sekolah yang biasanya identik dengan papan tulis, buku, guru, ujian, dan pertemanan berubah menjadi tempat belajar tentang kehidupan dengan cara yang sangat keras. Mereka belajar bahwa keberanian tidak selalu muncul karena seseorang tidak takut. Kadang-kadang keberanian justru muncul karena seseorang takut, tetapi tetap memilih untuk melangkah.

Saya juga menyukai gagasan bahwa setiap karakter memiliki sisi manusiawi. Tidak semuanya berani. Tidak semuanya pintar. Tidak semuanya bisa mengambil keputusan dengan benar. Ada yang egois, ada yang panik, ada yang melakukan kesalahan, dan ada pula yang perlahan berubah menjadi lebih dewasa.
Buat saya, itulah yang membuat Duty After School lebih dari sekadar drama tentang invasi makhluk asing.

Serial ini berbicara tentang persahabatan, tanggung jawab, ketakutan, kehilangan, keberanian, dan bagaimana seseorang menghadapi keadaan ketika pilihan yang tersedia semuanya terasa sulit.

Pada akhirnya, Duty After School memang bukan tontonan yang ringan. Ada ketegangan, kekerasan, konflik emosional, serta situasi yang membuat penonton terus bertanya tentang nasib para karakter.

Namun justru karena itulah serial ini memiliki daya tarik.

Kalau biasanya setelah jam sekolah siswa pulang untuk beristirahat dan mengerjakan tugas, dalam dunia Duty After School mereka harus kembali menjalankan tugas yang jauh lebih berat.

Mereka harus bertahan hidup.

Dan dari perjalanan itulah penonton diajak melihat bahwa menjadi dewasa terkadang bukan soal usia, melainkan tentang bagaimana seseorang menghadapi tanggung jawab ketika keadaan memaksanya untuk berubah.

Bagi saya, Duty After School pantas dikenang sebagai salah satu drama Korea dengan konsep sekolah yang berani keluar dari pola cerita konvensional. Perpaduan drama remaja, thriller, sci-fi, dan survival membuatnya punya identitas sendiri. Tidak semua bagian mungkin akan cocok dengan selera setiap penonton, tetapi premisnya kuat dan beberapa penampilan pemain mudanya memberikan kesan yang cukup mendalam.
Rating pribadi: 8/10.

Bukan karena drama ini sempurna, melainkan karena Duty After School berhasil memberikan pengalaman menonton yang berbeda: melihat dunia sekolah dari sudut pandang yang penuh ancaman, ketika para siswa tidak lagi hanya dituntut mendapatkan nilai bagus, tetapi juga harus belajar bertahan hidup.(gie/berbagai sumber)

Pos terkait