FILM, Jambiseru.com – Nonton film Sicario: Day of the Soldado itu rasanya seperti masuk ke dunia yang tidak punya aturan jelas. Tidak ada pahlawan, tidak ada penjahat yang benar-benar hitam… semuanya abu-abu.
Dan justru di situlah kekuatan film ini.
Berbeda dengan film pertama, sekuel ini terasa lebih dingin, lebih kasar, dan lebih “tanpa kompromi”. Kalau film sebelumnya masih punya sedikit sisi idealisme… di sini semuanya seperti sudah hilang.
Cerita: Lebih Sederhana, Tapi Lebih Gelap
Cerita di film ini sebenarnya tidak terlalu rumit.
Fokusnya pada operasi rahasia pemerintah untuk memicu konflik antar kartel narkoba di perbatasan. Tapi dari konsep sederhana itu… berkembang jadi situasi yang semakin kacau.
Yang menarik… film ini tidak berusaha menjelaskan semuanya secara gamblang. Banyak hal dibiarkan menggantung, dan penonton dipaksa untuk memahami sendiri.
Dan jujur… itu justru bikin pengalaman nontonnya terasa lebih intens.
Karakter: Dingin, Brutal, Tapi Manusia
Salah satu kekuatan utama film ini ada di karakternya.
Benicio del Toro sebagai Alejandro kembali jadi pusat perhatian. Karakternya pendiam, dingin, tapi punya kedalaman emosi yang terasa kuat.
Sementara Josh Brolin sebagai Matt Graver membawa energi yang lebih santai tapi tetap berbahaya. Dia seperti orang yang sudah terbiasa hidup di dunia tanpa aturan.
Yang menarik… tidak ada karakter yang benar-benar “baik”. Semua punya agenda, semua punya sisi gelap.
Nuansa Film: Tegang Tanpa Harus Banyak Ledakan
Film ini tidak mengandalkan aksi besar-besaran untuk menciptakan ketegangan.
Justru sebaliknya… banyak adegan yang terasa sunyi, tapi penuh tekanan.
Ada momen di mana tidak ada dialog… tapi kita bisa merasakan bahwa sesuatu buruk akan terjadi.
Dan ketika akhirnya meledak… dampaknya terasa lebih kuat.
Realisme: Terasa Dekat dan Tidak Nyaman
Salah satu hal yang bikin Sicario berbeda adalah realisme-nya.
Film ini tidak mencoba jadi “heroik”. Tidak ada adegan dramatis berlebihan atau kemenangan besar yang memuaskan.
Yang ada justru rasa tidak nyaman.
Karena apa yang ditampilkan terasa mungkin terjadi di dunia nyata.
Konflik Moral: Siapa yang Benar?
Ini mungkin bagian paling menarik.
Film ini tidak memberikan jawaban.
Apakah tindakan pemerintah benar? Apakah cara mereka bisa dibenarkan?
Atau justru semua pihak sama-sama salah?
Penonton dibiarkan untuk menilai sendiri.
Dan setelah film selesai… pertanyaan itu masih tertinggal.
Kekurangan: Tidak Semua Orang Akan Suka
Harus jujur… film ini bukan untuk semua orang.
Alurnya yang lambat, suasana yang gelap, dan minimnya penjelasan bisa membuat sebagian penonton merasa “kurang puas”.
Apalagi kalau mengharapkan film aksi yang penuh ledakan.
Film Aksi yang Lebih Dalam dari Sekadar Tembakan
Sicario: Day of the Soldado bukan sekadar film aksi.
Ini film tentang dunia yang kacau, tentang moral yang kabur, dan tentang manusia yang harus bertahan dalam situasi yang tidak ideal.
Tidak sempurna… tapi sangat berkesan.
Dan mungkin… bukan film yang bikin kita merasa puas.Tapi justru bikin kita berpikir.
Kalau menurut kamu, Gaes… film kayak gini lebih menarik karena realistis, atau justru terlalu gelap?(gie/berbagai sumber)












