Sejak saat itu, pembicaraan soal dirinya sudah makin gencar di kalangan elit Pemkab Sarolangun. Namun ia tak tahu buntut pasca acara itu akan panjang dan “menyengsarakan” dirinya. Sampai akhirnya, sekitar dua hari lalu, ia mengetahui bahwa namanya sudah tidak ada lagi di daftar dai dan guru ngaji Pemkab Sarolangun.
“Pemberhentian dilakukan tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu, ataupun surat teguran,” ungkap Ustadz Fauzan, lagi.
Meski ia tak lagi menerima honor dari Pemkab Sarolangun, ia masih beraktivitas sebagai seorang guru ngaji dan dai seperti biasa.
“Walau saat ini saya tidak lagi terdaftar sebagai seorang dai, saya masih akan tetap mengabdikan diri saya untuk umat,” tutur Pak Ustadz yang merupakan warga asal Desa Dusun Dalam Kecamatan Bathin VII Kabupaten Sarolangun ini, mantap.
Lalu apa tanggapan Pemkab Sarolangun terkait “pemecatan” ustadz ini?
Dilansir laman Detail.id (media partner Jambiseru.com), Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setda Sarolangun, Fuadi, membenarkan bahwa Ustaz Fauzan Azim telah dinonaktifkan oleh Pemda Sarolangun.
“Iya, memang Fauzan sudah diistirahatkan atau dinonaktifkan untuk jadi dai,” tutur Fuadi.
Ia juga menegaskan alasan pemecatan ustadz Fauzan. “Agar beliau lebih leluasa terjun ke dunia politik karena dai milik umat yang diberi insentif dari Pemda Sarolangun yang seyogyanya harus bisa menjaga netralitas,” kata Fuadi dilansir detail.id.(cr01/detail.id)











