JAMBI, Jambiseru.com — Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menegaskan komitmennya untuk memperkuat identitas budaya Melayu sebagai pembeda strategis Kota Jambi dari kota-kota besar lain di Sumatera. Hal tersebut disampaikannya dalam pembukaan Pekan Kebudayaan “Jambi Elok Nian Kota Jambi 2026” yang berlangsung di Anjungan Kota Jambi, Taman Mini Melayu Jambi, Kamis (23/7/2026) malam.
Inisiatif bertajuk “Bahagia Berbudaya” ini merupakan bagian dari 11 program prioritas Pemkot Jambi—Jambi Bahagia—yang dirancang untuk mendongkrak perekonomian lokal. Maulana menilai, beroperasinya jaringan jalan tol Trans-Sumatera menuntut Kota Jambi memiliki daya tarik khas agar tetap menjadi destinasi utama aktivitas ekonomi dan pariwisata.
”Kota Jambi tidak mengandalkan sektor tambang. Karena itu, pengembangan karakter berbasis nilai keagamaan dan kebudayaan Melayu yang kuat—dipadukan dengan kuliner lokal serta pelayanan publik yang prima—menjadi kunci utama kita dalam menarik wisatawan,” ujar Maulana.
Dalam kesempatan tersebut, Maulana juga mengajukan permohonan resmi kepada Pemerintah Provinsi Jambi agar aset tanah Anjungan Kota Jambi dapat dihibahkan secara mandiri kepada Pemkot Jambi. Rencananya, kawasan Taman Mini Melayu Jambi tersebut akan disulap menjadi pusat oleh-oleh terpadu, etalase UMKM, serta sentra pertunjukan seni budaya yang strategis bagi wisatawan yang menuju bandara.
Gubernur Al Haris Beri Dukungan Penuh dan Janji Hibahkan Aset Anjungan
Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., yang hadir sekaligus membuka secara resmi gelaran bertema “Bahagia Berbudaya di Serambi Tanah Pilih Pusako Betuah” tersebut, menyambut positif gagasan Wali Kota Jambi.
Gubernur Al Haris langsung merespons permohonan hibah tanah anjungan dan meminta seluruh kepala daerah kabupaten/kota se-Provinsi Jambi untuk segera mengajukan surat permohonan serupa.
Optimalisasi Aset: Hibah dilakukan agar tiap pemerintah daerah memiliki keleluasaan dalam merawat, memperindah, dan mengelola anjungannya masing-masing.
Penguatan UMKM: Festival ini diproyeksikan memberikan multiplier effect bagi pelaku usaha mikro, khususnya kerajinan batik Jambi dan kuliner tradisional agar mampu menembus pasar nasional.
Pengembangan Infrastruktur & Pelestarian: Pemprov Jambi berkomitmen mendorong pengembangan pariwisata melalui rencana pembangunan jalan tol Pijoan–Merlung sepanjang 67 km, pemugaran kompleks percandian, hingga penempatan kembali artefak budaya daerah.
Sinergi Mendorong Kesejahteraan Masyarakat
Penyelenggaraan event ini dinilai menjadi ruang sinergi yang kokoh antara Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi Jambi. Sebagai ibu kota provinsi, Kota Jambi sukses menjadi etalase utama yang menampilkan keramahan, keanekaragaman budaya, dan potensi ekonomi kreatif daerah.
Acara semarak tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi Jambi, Ketua TP-PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, para Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Jambi, jajaran OPD, hingga Camat dan Lurah se-Kota Jambi. Gelaran pameran UMKM dan pertunjukan seni budaya ini diproyeksikan berlangsung meriah hingga puncak acara mendatang. (ris)











