PBNU Dukung Evaluasi MBG

PBNU Dukung Evaluasi MBG
PBNU Dukung Evaluasi MBG. Foto: Antaranews.com

JAKARTA, Jambiseru.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) mendukung evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pengelolaan yang lebih berintegritas.

Hal tersebut disampaikan Gus Kikin untuk menanggapi kasus keracunan MBG yang terjadi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur, dan menyebabkan ratusan santri dirawat di rumah sakit.

“Integritas lah, kalau semuanya bertanggung jawab terhadap kegiatan dan pekerjaannya, ya mudah-mudahan enggak terjadi (terulang kembali kasus keracunan MBG). Integritas itu lah, kita masing-masing itu harus bertanggung jawab terhadap kegiatan-kegiatannya, tanggung jawab terhadap aturan-aturan yang diberlakukan di dalam kegiatan masing-masing,” ujar dia.

Menurutnya, kasus keracunan MBG itu menjadi salah satu dari sekian banyak yang terjadi, oleh karena itu, perbaikan tata kelola MBG harus terus berjalan sambil mempertahankan praktik-praktik baik MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memang telah berhasil dan menerapkannya di pesantren.

“Ya itu kan satu dari sekian banyak (kejadian keracunan MBG), ya kita harus jalan terus karena memang pesantren harus jalan,” tuturnya.

Di sisi lain, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii meminta dugaan keracunan makanan yang dialami santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur, diinvestigasi untuk memastikan penyebabnya.

“Karena sudah hampir satu tahun dapur ini menyuplai anak-anak ini dan baru sekarang terjadi masalah, tentu kita perlu investigasi apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Wamenag dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (4/9).

Pernyataan itu disampaikan Wamenag saat menjenguk santri yang masih menjalani perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.

Dalam kunjungannya terdapat delapan pasien yang sedang menjalani perawatan. Dari jumlah tersebut, lima pasien sudah diperbolehkan pulang, sementara tiga lainnya masih memerlukan perawatan.

Menurutnya, keluhan yang disampaikan para santri berkaitan dengan gangguan pada perut dan rasa mual, namun kondisinya tidak berat.

“Yang dirawat ada delapan. Kata kepala rumah sakit, lima hari ini akan dipulangkan, tinggal tiga. Jadi anak-anak tadi memang ada yang mengeluh perutnya, mual, tetapi tidak terlalu berat,” ujar Wamenag.(uda)

Sumber: Antaranews.com

Pos terkait