Data Angka Ekonomi Jambi Terbaru Minus 0,46 Persen

data angka ekonomi jambi
Foto: Oga/Jambiseru.com

Jambiseru.com – Berdasarkan data angka ekonomi Jambi terbaru mengalami minus 0,46 persen. Data tersebut disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi melalui rilis terbarunya.

Kepala BPS Provinsi Jambi, Wahyudin mengatakan, Perekonomian Provinsi Jambi tahun 2020 berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), atas dasar harga berlaku mencapai Rp 206,85 triliun dan PDRB Perkapita mencapai Rp56,24 juta.

“Ekonomi Provinsi Jambi tahun 2020 terkontraksi 0,46 persen. Dari sisi produksi, kontraksi terjadi pada sebagian lapangan usaha, dengan kontraksi terdalam berasal dari Transportasi dan Pergudangan sebesar 14,43 persen,” ucapnya.

Bacaan Lainnya

Ditinjau dari sisi pengeluaran kontraksi terdalam yang berasal dari Komponen Ekspor sebesar 10,14 persen. Ekonomi Provinsi Jambi triwulan IV-2020 terkontraksi sebesar 0,99 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, kontraksi terjadi pada sebagian besar lapangan usaha, dengan kontraksi terdalam pada lapangan usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 12,01 persen.Dari sisi pengeluaran, kontraksi terdalam terjadi pada Komponen Ekspor sebesar 4,76 persen.

“Ekonomi Provinsi Jambi pada triwulan ke IV-2020 meningkat sebesar 1,80 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, lapangan usaha Konstruksi menempati pertumbuhan tertinggi dengan laju pertumbuhan sebesar 16,21 persen. Sementara dari sisi pengeluaran dicapai oleh Komponen Pengeluaran Pemerintah (PK-P) yang meningkat signifikan sebesar 40,34 persen,” jelasnya.

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi tahun 2020 didominasi dari sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB, yakni sebesar 30,85 persen. Sementara pada sisi pengeluaran, PDRB sebagian besar digunakan untuk Komponen Ekspor sebesar 63,28 persen, PDRB menurut lapangan usaha. Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Jambi Tahun 2020 (c-to-c) Ekonomi Provinsi Jambi pada tahun 2020 terkontraksi sedalam 0,46 persen.

“Kontraksi dialami oleh sebagian besar lapangan usaha. Kontraksi terdalam dialami oleh Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan sebesar 14,43 persen, diikuti Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 6,83 persen,” bebernya.

Sedangkan untuk pertumbuhan tertinggi disumbang dari sektor Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi sebesar 8,48 persen. Hal tersebut disebabkan oleh pandemi covid-19 yang terjadi di tahun 2020, sehingga menyebabkan pembatasan kegiatan di sektor Pendidikan dan Pelaku usaha.

“Sekolah secara virtual dan para pekerja juga terbatas selam pandemi covid-19 yang terjadi selama tahun 2020,” imbuhnya.

Wahyudin juga menjelaskan, Hampir seluruh Kegiatan dilakukan dari rumah secara daring, meningkatkan aktivitas Informasi dan Komunikasi. Demikian juga sebaliknya, pembatasan kegiatan dan mobilitas mengakibatkan turunnya aktivitas transportasi terutama angkutan udara.

“Bandara Depati Parbo di Kerinci dan bandara Muaro Bungo beberapa bulan di tahun 2020 sempat tidak ada aktivitas penerbangan komersil sama sekali,” ungkapnya. (oga)

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : 10 Warga Binaan Lapas II B Muarabulian Dapat Asimilasi

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : Bupati H Al Haris Resmikan Taman Geopark Merangin

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : Jalur Tiga Bangko Jadi Jalan Nasional, Pemkab Merangin Serahkan Aset

Berita Jambiseru[dot]com Lainnya : Anda Guru Honorer? Di Muaro Jambi Ada 1.031 Formasi P3K Tahun Ini

 

Pos terkait