Lagi Setubuhi ABG, Pemuda Asal Pamenang Merangin Ditangkap Warga

  • Whatsapp
Lagi Setubuhi ABG
Pelaku yang berhasil diamankan. Foto: Edo/Jambiseru.com

Jambiseru.com – Lagi asyik setubuhi ABG, pemuda asal Pamenang, Merangain ditangkap warga. Tak cukup sampai di situ, ia juga terpaksa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi.

Dietahui pemuda tersebut berinisial AM (21), warga Kelurahan Pamenang. Ia saat ini telah ditangkap aparat kepolisian, setelah dilaporkan oleh orang tua korban. Pelaku dilaporkan, karena orang tua korban tidak terima anaknya disetubuhi pelaku. AM dilaporkan pada Kamis (205/2021), dengan nomor laporan polisi, LP/B- 10 / V / 2021 / Jambi/ Res Merangin/Sek Pamenang.

Bacaan Lainnya

Informasi yang dihimpun Biru (Jambiseru.com) kejadian itu berawal pada kamis 20 Mei 2021 lalu. Saat itu, sekira pukul 02.00 wib, orang tua korban yang sedang tidur didatangi Sopiyan, yang tak ain adalah saksi.

Sopiyan saat itu memberitahukan bahwa anaknya yang yang masih berusia 13 tahun, telah di setubuhi oleh AM. Pelaku juga sudah diamankan oleh warga di rumah Taupik di kelurahan pamenang.

Setelah mendapat kabar itu, pelapor bergegas menuju rumah Taupik dan melihat AM telah di amankan warga. Kepada orang tua korban, warga menyebutkan kalau AM dan korban ditangkap oleh warga saat sedang berduan.
Setelah kepergok warga, AM mengakui bahwa telah melakukan persetubuhan di tempat gelap di tanah kosong kampung 6 Kelurahan Pamenang. Tak hanya sekali, pelaku juga mengaku telah dua kali menyetubuhi korban.

Selang beberapa jam, sekira pukul 03.00 wib, setelah mendapat laporan masyarakat Unit Reskrim Polsek Pamenang mengamankan AM.

Kapolres Merangin, AKBP Irwan Andy P, melalui Kapolsek Pamenang, Iptu Fatkur Rohman membenarkan adanya penangkapan terhadap pelaku pencabulan anak di bawah umur.

“Iya, pelaku sudah diamankan di Polsek pamenang, kepada petugas pelaku mengakui telah menyetubuhi korban sebanyak dua kali,” ujar Kapolsek Pamenang Jum’at (21/5/2021).

Pelaku juga mengakui pada saat melakukan aksinya di tanah kosong kelurahan pamenang itu dengan cara membujuk dan merayu korban yang masih berusia 13 tahun. Awalnya ia mencium pipi korban dan melancarkan aksi bejatnya di atas motor miliknya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dikenakan pasal 81 Ayat (2) jo pasal 82 ayat (1) undang undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. (Edo)

Pos terkait