Heboh Screenshot Komentar @infoBMKG, Begini Faktanya

Heboh Screenshot Komentar @infoBMKG, Begini Faktanya
Heboh Screenshot Komentar @infoBMKG, Begini Faktanya. Foto: Ist

JAMBI, Jambiseru.com – Jagat media sosial kembali diramaikan informasi yang memicu perdebatan. Sebuah tangkapan layar yang seolah-olah memperlihatkan akun resmi @infoBMKG memberikan respons tidak responsif terhadap unggahan Sekretariat Kabinet (Setkab) beredar luas di ruang publik.

Namun, BMKG memastikan bahwa narasi yang berkembang tersebut keliru.

BMKG menyebut, tangkapan layar yang beredar telah mengalami penyuntingan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Potongan gambar atau komentar tersebut diduga telah melalui proses crop dan combine, sehingga susunan informasi yang tampil tidak lagi menggambarkan konteks percakapan sebenarnya.

Klarifikasi ini sekaligus membantah anggapan bahwa akun resmi BMKG tengah membantah ataupun mengoreksi informasi yang disampaikan Sekretariat Kabinet.

BMKG menjelaskan, komentar admin @infoBMKG yang terdapat dalam tangkapan layar sebenarnya merupakan respons terhadap pertanyaan spesifik seorang warganet mengenai aktivitas vulkanik.

Dengan demikian, komentar tersebut tidak dapat dimaknai sebagai bantahan resmi BMKG terhadap unggahan Setkab.

“Komentar tersebut bukan bentuk bantahan atau koreksi resmi BMKG terhadap unggahan Sekretariat Kabinet,” tegas BMKG.

BMKG juga meluruskan soal kewenangan lembaga dalam menangani aktivitas gunung api. Untuk aktivitas vulkanik secara langsung, kewenangan berada pada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM.

PVMBG bertugas memantau aktivitas internal gunung api, menentukan status tingkat aktivitas gunung seperti Waspada, Siaga, hingga Awas, serta memberikan peringatan awal terkait potensi erupsi.

Sementara BMKG memiliki tugas dan kewenangan dalam pemantauan cuaca, iklim, gempa bumi tektonik, tsunami, serta kondisi atmosfer yang berkaitan dengan sebaran abu vulkanik.

Dalam konteks keselamatan penerbangan, BMKG turut menyediakan analisis terkait sebaran abu vulkanik (volcanic ash) di atmosfer melalui layanan Volcanic Ash Advisory.

Artinya, kedua lembaga memiliki peran yang berbeda namun saling berkaitan, khususnya ketika erupsi gunung api berdampak terhadap kondisi atmosfer dan keselamatan penerbangan.

Di tengah derasnya arus informasi media sosial, BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap tangkapan layar yang beredar.

Informasi yang dipotong, digabungkan, atau dilepaskan dari konteks aslinya berpotensi menciptakan persepsi yang berbeda dari maksud sebenarnya.

Karena itu, masyarakat diminta lebih kritis sebelum mempercayai maupun membagikan informasi, terlebih jika menyangkut bencana, cuaca ekstrem, aktivitas gunung api, maupun keselamatan masyarakat.

Untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, masyarakat dapat mengakses kanal resmi BMKG.

Sementara informasi mengenai status aktivitas dan perkembangan gunung api dapat diperoleh melalui kanal resmi PVMBG.

BMKG menegaskan, kehati-hatian dalam mengonsumsi informasi menjadi bagian penting untuk mencegah munculnya kesalahpahaman di tengah masyarakat. (uda)

Pos terkait