PT LAJ Kembali Konflik Dengan Warga

0
alat berat dibakar
Alat berat yang dibakar warga. Foto: Rian/Jambiseru.com

Jambi Seru, Tebo – Konflik antara PT. Lestari Asri Jaya (LAJ) salah satu perusahaan pemegang konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) di Tebo dengan masyarakat disekitar kawasan konsesinya kembali terjadi.

BACA JUGA: MUI dan FKUB Muarojambi Tolak Aksi People Power

Kali ini konflik yang terjadi antara PT LAJ dengan warga desa Napal Putih Kecamatan Serai Serumpun Kabupaten Tebo, yang berakibat ditahannya 8 alat berat milik kontraktor PT LAJ oleh warga.

Informasi yang berhasil dirangkum dilapangan menyebutkan, konflik yang terjadi Minggu (12/5) kemarin bermula dari salah satu alat berat yang sedang melakukan pembersihan lahan (Land Clearing) diatas lahan yang sudah dikelola warga Desa Napal Putih dan dijadikan kebun karet yang diklaim PT LAJ masuk kedalam lahan konsesi milik mereka.

Tidak terima dengan tindakan PT LAJ, sekitar 200 orang warga desa Napal Putih yang mengelola lahan disekitar lahan yang sedang dikerjakan Land Clearing nya mendatangi lokasi, tidak hanya itu saja warga menghentikan paksa kegiatan Land Clearing tersebut dan menolak negosiasi dengan pihak PT LAJ sampai pihak Pemerintah Kabupaten Tebo hadir dilokasi permasalahan dan menyelesaikan konflik yang terjadi antara PT LAJ dan warga.

Berbagai upaya dilakukan yang dilakukan oleh PT LAJ untuk melakukan negosiasi nampaknya hanya menemukan jalan buntu, karena warga tetap bersikukuh meminta agar PT LAJ menghadirkan Pemkab Tebo.

Sementara itu General Manager (GM) PT LAJ, Widiarsono dikonfirmasi membenarkan insiden penahanan alat berat yang dilakukan oleh warga. Namun dirinya menolak untuk berkomentar banyak terkait peristiwa itu.

BACA JUGA: Masyarakat Turki dan Berliter-liter Teh yang Mereka Seruput

“Ini saya lagi dijalan menuju lokasi, mohon maaf saya belum bisa ngomong banyak, karena lagi mencari akar permasalahannya untuk mencari solusi yang terbaik,”pungkasnya saat dihubungi melalui telepon selulernya.(yan)

Loading Facebook Comments ...
loading...
MEDIA PARTNER: