Dongeng Jambi : Pak Tua dan Pendulang Emas oleh Monas Junior

Dongeng Pak Tua dan Pendulang Emas oleh Monas Junior.
Dongeng Pak Tua dan Pendulang Emas oleh Monas Junior.

“Pak, emang tak boleh kasih tahu orang lain, ya. Kan kasihan, mereka juga butuh emas emas itu.”

Pak In berdiri. Lalu kembali mengelus kepalaku.

“Kamu anak yang amanah. Aku tahu kamu tak cerita ke siapapun soal rahasia kita itu. Makanya aku datang ke sini.”

Bacaan Lainnya

“Maksud Bapak apa?”

“Tak ada maksud. Bapak bangga bisa kenal anak seamanah dan sebaik kamu. Teruslah amanah, ya, Nak. Dan teruslah pegang rahasia ini.”

Bapak datang. Mereka kembali ngobrol sedang aku berjalan pelan ke dapur.

Tapi, diam diam aku menguping pembicaraan Pak In dan Bapak.

“Anakku itu aneh, Pak In. Dia yang ndulang, dapat banyak. Kami yang ndulang emas, eh, malah ndak dapat. Kenapa, ya?”

“Mungkin dia lagi beruntung Pak Fii,” kata Pak In.

“Lagian, emas ini kan memang urusannya aneh aneh. Karena logam mulia, maka sifatnya juga mulia.”

“Mulia gimana, Pak In?”

“Iya, kata orang dulu, emas itu bukan dari tanah asalnya. Tapi dari hati. Makin mulia hati orang itu, makin berhargalah dia.”

Kulihat Bapak menggaruk kepala. Bingung pastinya. Persis seperti aku, juga bingung.

Pak In pulang. Bapak dan aku mengantar sampai teras. Sore itu kami kembali mendulang, lagi lagi hanya aku yang dapat emas.(***)

* Monas Junior ialah nama pena dari Alpadli Monas. Seorang jurnalis tinggal di Provinsi Jambi. Monas Junior menerbitkan buku cerpen Aum (2001), Harimau Sumatera (2002), Apa yang Kau Lihat (2012) dan Novel Pemburu Emas : Legenda Bermula (2013).

Pos terkait