Dongeng Jambi : Pak Tua dan Pendulang Emas oleh Monas Junior

Dongeng Pak Tua dan Pendulang Emas oleh Monas Junior.
Dongeng Pak Tua dan Pendulang Emas oleh Monas Junior.

“Niat gimana, Pak?”

“Misal, kamu niat kalau dapat emas, nyumbang ke masjid separuhnya. Atau kasih orang miskin makan. Begitu.”

“Baik!”

Bacaan Lainnya

Aku langsung pasang niat. Kalau dapat emas nanti, separuhnya kukasih ke masjid, separuhnya kukasih ke Emak.

Betul saja, setelah berdoa, pendulangku penuh dengan emas! Aku bahagia! Kuperlihatkan hasil yang kudapat ke Pak In. Dia tertawa sambil memberi jempol kepadaku.

Kumasukkan butir butir emas itu ke dalam plastik, lalu berlari pulang.

Betapa hebohnya rumahku ketika Emak tahu betapa banyak emas yang kudapat hari ini. Bapakku langsung cerita ke tetangga. Tetangga cerita lagi ke yang lain, akhirnya hari itu aku jadi idola baru.

Orang orang beramai ramai turun ke sungai. Mereka berharap mendapatkan sebanyak banyaknya emas seperti yang kudapati. Tetapi mereka tak seberuntung aku.

Meski sudah seminggu, tetapi tak seorang pun yang dapat emas. Kalaupun ada, hanya sedikit hasilnya.

Orang orang mulai bertanya kepadaku bagaimana mendapatkan emas yang banyak. Tetapi sebelum ngasih bocoran, aku terbayang pesan Pak In, “jangan bilang bilang ke orang lain. Cukup kamu saja”.

Walau mulut mau cerita, tapi hatiku bertahan untuk diam. Sampai akhirnya Pak In tiba tiba berkunjung ke rumahku.

“Kopi apa teh, Pak In,” tawar Bapakku.

“Kopi, boleh.”

Kulihat Pak In sedang asyik ngobrol dengan Bapak di ruang tamu. Aku hanya berani mengintip mereka dari balik pintu dapur.

Akhirnya Bapak izin ke belakang, pada saat itu lah aku menghampiri Pak In.

Pos terkait