Oleh : Al Haris *
Alhamdulillah, malam perayaan Natal tahun 2025 di Provinsi Jambi berlangsung aman, damai, dan kondusif. Tidak ada gangguan berarti, tidak ada ketegangan yang mencederai suasana kebersamaan. Yang terasa justru ketenangan—sebuah kondisi yang tidak hadir secara kebetulan, melainkan lahir dari kesadaran bersama seluruh elemen masyarakat.
Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga Kota Jambi, juga masyarakat di kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi, atas peran aktif serta partisipasi nyata dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama perayaan Natal berlangsung.
Toleransi bukan sekadar jargon. Ia hidup dalam sikap saling menghormati, memberi ruang bagi sesama untuk beribadah dengan tenang, serta menahan diri dari hal-hal yang berpotensi memicu perpecahan. Dan malam Natal 2025 kemarin, masyarakat Jambi telah menunjukkan kedewasaan sosial itu dengan sangat baik.
Keamanan yang tercipta tidak hanya bertumpu pada aparat, tetapi juga pada kesadaran kolektif masyarakat. Ketika warga tidak mudah terprovokasi, saling menjaga, dan memahami bahwa perbedaan keyakinan adalah bagian dari kehidupan berbangsa, maka stabilitas akan tumbuh dengan sendirinya.
Saya juga mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran pengamanan—TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta relawan—yang telah bekerja maksimal di lapangan. Mereka hadir memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah Natal dengan khusyuk dan penuh rasa aman.
Bagi saya, kondisi aman dan damai seperti ini adalah ladang ibadah yang sesungguhnya. Ketika negara mampu hadir memberikan rasa aman, dan masyarakat ikut menjaga harmoni, maka nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan benar-benar hidup, bukan hanya dalam pidato, tetapi dalam tindakan nyata.
Harapan saya, suasana kondusif ini tidak berhenti pada momen Natal saja. Semoga semangat saling menghormati dan menjaga persaudaraan terus kita rawat dalam kehidupan sehari-hari, sebagai fondasi penting bagi pembangunan Provinsi Jambi yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Karena Jambi yang damai adalah rumah bersama.
Dan menjaga kedamaian itu… adalah tanggung jawab kita semua.(*)
* Al Haris, Gubernur Jambi
Alhamdulillah, malam perayaan Natal tahun 2025 di Provinsi Jambi berlangsung aman, damai, dan kondusif. Tidak ada gangguan berarti, tidak ada ketegangan yang mencederai suasana kebersamaan. Yang terasa justru ketenangan—sebuah kondisi yang tidak hadir secara kebetulan, melainkan lahir dari kesadaran bersama seluruh elemen masyarakat.
Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga Kota Jambi, juga masyarakat di kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi, atas peran aktif serta partisipasi nyata dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama perayaan Natal berlangsung.
Toleransi bukan sekadar jargon. Ia hidup dalam sikap saling menghormati, memberi ruang bagi sesama untuk beribadah dengan tenang, serta menahan diri dari hal-hal yang berpotensi memicu perpecahan. Dan malam Natal 2025 kemarin, masyarakat Jambi telah menunjukkan kedewasaan sosial itu dengan sangat baik.
Keamanan yang tercipta tidak hanya bertumpu pada aparat, tetapi juga pada kesadaran kolektif masyarakat. Ketika warga tidak mudah terprovokasi, saling menjaga, dan memahami bahwa perbedaan keyakinan adalah bagian dari kehidupan berbangsa, maka stabilitas akan tumbuh dengan sendirinya.
Saya juga mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran pengamanan—TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta relawan—yang telah bekerja maksimal di lapangan. Mereka hadir memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah Natal dengan khusyuk dan penuh rasa aman.
Bagi saya, kondisi aman dan damai seperti ini adalah ladang ibadah yang sesungguhnya. Ketika negara mampu hadir memberikan rasa aman, dan masyarakat ikut menjaga harmoni, maka nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan benar-benar hidup, bukan hanya dalam pidato, tetapi dalam tindakan nyata.
Harapan saya, suasana kondusif ini tidak berhenti pada momen Natal saja. Semoga semangat saling menghormati dan menjaga persaudaraan terus kita rawat dalam kehidupan sehari-hari, sebagai fondasi penting bagi pembangunan Provinsi Jambi yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Karena Jambi yang damai adalah rumah bersama.
Dan menjaga kedamaian itu… adalah tanggung jawab kita semua.(*)
* Al Haris, Gubernur Jambi












