Siapa Diduga Dalang di Balik Naik Turunnya Harga Bitcoin? Awas, Ini Bukan Sekadar Teori

img 20260207 wa0004
Siapa Diduga Dalang di Balik Naik Turunnya Harga Bitcoin? Awas, Ini Bukan Sekadar Teori. Foto: AI/jambiserucom

BISNIS, Jambiseru.com – Menjawab pertanyaan ini bukan sekadar mengutip rumus supply-demand, karena di pasar Bitcoin, banyak pihak yang punya kekuatan nyata buat mendorong harga naik atau turun — tidak hanya rumor atau gosip.

Faktanya: harga Bitcoin sering mengalami lonjakan atau kejatuhan dalam hitungan jam. Kadang tidak jelas apa pemicunya. Dan memang banyak “aktor besar” yang terlibat — baik secara langsung maupun tak langsung.

1. “Crypto Whales”: Pemegang Besar yang Bisa Menggoyang Pasar

Istilah whales sering dipakai di dunia kripto: mereka adalah individu atau entitas yang memegang jumlah Bitcoin sangat besar. Ketika mereka membeli atau menjual dalam jumlah besar, harga bisa bergerak tajam karena pasar kripto masih lebih kecil dan lebih likuid dibanding pasar saham besar.

Misalnya:
Jika seorang whale memindahkan ratusan ribu Bitcoin ke bursa, ini bisa dianggap sinyal jual besar → harga turun.
Sebaliknya, jika whales menarik Bitcoin dari bursa, ini menandakan mereka mengurangi pasokan di ruang jual beli → harga bisa naik.
Gerakan besar seperti ini menciptakan gejolak pasar yang nyata, dan bukan teori kosong.

2. Manipulasi Pasar — Ada Atau Tidak?

Karena pasar kripto kurang diatur dibanding pasar modal tradisional, spekulasi tentang manipulasi harga Bitcoin tidak pernah hilang.

Beberapa penelitian menunjukkan aktivitas seperti:
wash trading (jual-beli sendiri untuk menaikkan volume),
spoofing (menempatkan order palsu untuk menipu pasar),
taktik koordinasi besar yang mendorong pergerakan harga tidak natural.

Penelitian ilmiah dan laporan analis sering menyebutkan bahwa manipulasi bisa terjadi karena:
kelemahan regulasi di bursa kripto,
dominasi entitas besar, dan
aktivitas terselubung lewat exchange OTC (over-the-counter).

Namun, bukti “dalang tunggal yang sengaja mengatur harga Bitcoin setiap hari” belum pernah ditemukan secara definitif di pengadilan atau studi reguler — karena itu masih spekulatif.

3. Kasus Nyata: Hack yang Pernah Mengguncang Harga Bitcoin

Ada yang bukan sekadar teori. Pada Januari 2024, akun media sosial resmi SEC Amerika Serikat diretas melalui serangan SIM swap, dan sebuah tweet palsu tentang “persetujuan ETF Bitcoin” diposting.

Akibatnya:
harga Bitcoin melonjak sekitar US$1.000 dalam hitungan menit,
sebelum kemudian kembali turun setelah penegasan SEC bahwa itu adalah hoaks.

Kasus ini memperlihatkan dua hal:
berita — bahkan yang palsu — bisa menggerakkan pasar, dan
serangan dunia maya memiliki potensi untuk menyebabkan tekanan harga nyata.

4. “Institutional Buyers”: Orang Besar dengan Kantong Dalam

Ada nama-nama besar yang dikenal luas memainkan peran penting di pasar Bitcoin karena kepemilikan institusional mereka:

Michael J. Saylor, pendiri dan Executive Chairman MicroStrategy, misalnya — perusahaan ini memiliki ratusan ribu Bitcoin sebagai cadangan strategis. Belanja besar semacam itu sering dikaitkan dengan tekanan harga naik.

Ketika perusahaan besar membeli Bitcoin, itu memberi sinyal ke pasar bahwa permintaan institusional kuat, yang cenderung menarik lebih banyak investor besar lain masuk.

Namun sebaliknya, ketika saham perusahaan semacam itu turun, atau ketika mereka berhenti beli Bitcoin, sentimen pasar bisa memburuk dan harga pun tertekan.

5. Sentimen Pasar, Media & Berita

Ini sering diremehkan tapi sangat nyata: berita positif atau negatif memengaruhi psikologi pasar.

Berita tentang:
ETF baru yang disetujui → harga naik
larangan kripto oleh pemerintah → harga turun

peretasan bursa besar → panik jual
…semuanya langsung terekam ke pasar dalam hitungan detik, terutama di era 24/7 crypto trading.

Media massa, influencer, dan forum sosial (seperti Twitter atau Reddit) sering menjadi pemicu utama sentimen yang kemudian diterjemahkan ke dalam aksi pasar.

6. Regulasi & Pemerintah

Walau Bitcoin dirancang untuk decentralized finance (DeFi), keputusan pemerintah tetap berdampak besar.

Misalnya:
pengumuman larangan atau pembatasan kripto,
pajak baru pada perdagangan kripto,
atau bahkan klarifikasi regulasi tentang ETF Bitcoin.

…semua itu dapat menyebabkan reaksi harga dramatis karena investor lambat atau cepat merespons berita tersebut.

7. Faktor Ekonomi Makro Global

Bukan hanya “orang besar” yang main peran. Bitcoin juga sensitif terhadap faktor besar ekonomi dunia seperti:

kebijakan suku bunga bank sentral,
inflasi global,
maupun krisis geopolitik yang mendorong investor ke atau dari aset risiko seperti Bitcoin.

Jadi, kadang harga naik atau turun bukan karena satu dalang, tetapi karena gabungan tekanan ekonomi global yang memaksa pasar bereaksi.

Tidak Ada “Dalang Tunggal” — Tapi Banyak Aktor Besar

Bisa disimpulkan bahwa tidak ada satu orang atau lembaga yang secara pasti mengendalikan harga Bitcoin setiap hari. Namun, beberapa kelompok berikut sering diduga mempengaruhi pergerakan besar harga:

– Crypto whales — pemegang besar yang bisa menggerakkan pasar lewat volume transaksi besar.

– Institutional holders seperti MicroStrategy — aksi beli atau jual mereka bisa memicu tren.

– Media, berita, dan sentimen publik — berita besar bisa memicu euforia atau kepanikan.

– Hack/kejadian tak terduga — seperti kasus SEC yang sempat memukul harga.

– Regulator/pemerintah — kebijakan mereka dapat langsung memengaruhi persepsi pasar.
The Currency analytics
Investopedia
1440
AP News

Singkatnya: harga Bitcoin adalah hasil interaksi antara banyak aktor di pasar global, bukan hasil keputusan satu “dalang”. Ini membuat Bitcoin unik, volatil, dan sekaligus berisiko — tetapi itulah kenyataannya di pasar kripto modern.(gie)

Pos terkait