WARNING : Kripto Bukan Mainan dan Bukan Jalan Pintas Kaya

WARNING : Kripto Bukan Mainan dan Bukan Jalan Pintas Kaya
WARNING : Kripto Bukan Mainan dan Bukan Jalan Pintas Kaya.Foto: Jambiseru.com

BISNIS, Jambiseru.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah berkali-kali menyampaikan peringatan, namun sering kali diabaikan: kripto dan Bitcoin bukan instrumen untuk pemula. Ini bukan sekadar imbauan biasa, tapi peringatan serius tentang risiko kehilangan uang secara nyata dan total.

Di tengah maraknya konten pamer cuan, grafik hijau, dan janji “cepat kaya”, banyak masyarakat masuk ke kripto tanpa bekal pengetahuan yang memadai. Mereka masuk bukan karena paham, tapi karena takut ketinggalan. Dan di sinilah bahaya dimulai.

Kripto bukan tabungan. Bukan deposito. Bahkan bukan saham. Kripto adalah aset spekulatif berisiko tinggi. Salah langkah sedikit saja, uang bisa lenyap tanpa sisa.

OJK Tegas: Siap Kehilangan Uang? Kalau Tidak, Jangan Masuk Kripto
Pesan OJK sangat jelas dan lugas:
jangan berinvestasi di kripto jika tidak siap kehilangan seluruh dana.

Ini bukan kalimat menakut-nakuti. Ini realita pasar kripto. Harga Bitcoin bisa anjlok puluhan persen dalam waktu singkat tanpa peringatan. Tidak ada batas bawah. Tidak ada jaminan pemulihan.

Bagi investor berpengalaman, risiko ini bisa dikelola. Tapi bagi pemula, fluktuasi ekstrem ini sering berujung pada keputusan panik: jual rugi, masuk ulang di harga tinggi, lalu rugi lagi. Siklus ini berulang, hingga modal habis.
OJK menilai kondisi ini sangat berbahaya bagi masyarakat yang belum memiliki literasi keuangan yang kuat.

Volatilitas Ekstrem: Hari Ini Cuan, Besok Bangkrut

Tidak ada instrumen legal lain di Indonesia yang volatilitasnya setinggi kripto. Dalam satu hari, Bitcoin bisa naik dua digit. Tapi di hari yang sama, ia juga bisa jatuh bebas.
Pemula sering salah kaprah. Mereka melihat kenaikan harga sebagai peluang pasti. Padahal, setiap kenaikan ekstrem selalu diiringi risiko penurunan yang sama ekstremnya.

OJK menegaskan bahwa volatilitas kripto tidak cocok untuk investor dengan profil risiko rendah atau pemula. Tanpa pemahaman manajemen risiko, kripto bisa menggerus mental dan keuangan secara bersamaan.

Kripto Lebih Dekat ke Spekulasi daripada Investasi

Berbeda dengan investasi konvensional, kripto tidak memiliki fundamental yang mudah diukur. Nilainya lebih banyak digerakkan oleh sentimen, rumor, tokoh publik, dan pergerakan investor besar.
Harga bisa melonjak hanya karena cuitan. Bisa jatuh karena isu politik global. Bisa hancur karena aksi jual whale.

OJK memandang kondisi ini membuat kripto lebih menyerupai arena spekulasi tinggi. Dan spekulasi, jika dilakukan oleh pemula, hampir selalu berakhir buruk.

Tidak Ada Perlindungan Jika Rugi

Ini poin paling krusial yang sering tidak disadari pemula.
Jika Anda rugi di kripto karena harga jatuh:
Tidak ada jaminan pengembalian
Tidak ada penjamin simpanan
Tidak ada pihak yang wajib mengganti kerugian

OJK menegaskan bahwa kerugian akibat fluktuasi pasar kripto sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor. Artinya, saat uang hilang, tidak ada tempat mengadu.
Bagi pemula yang menganggap kripto “investasi aman”, ini adalah kesalahan fatal.

FOMO: Racun Paling Mematikan di Dunia Kripto

OJK menyoroti FOMO sebagai ancaman utama bagi investor kripto pemula. Masuk karena ikut-ikutan, bukan karena paham.
Masuk saat harga naik. Panik saat harga turun. Jual di bawah. Beli di atas. Ini pola klasik yang membuat pemula menjadi korban pasar.

Pasar kripto tidak memberi ampun pada emosi. Ia hanya menghargai disiplin dan pemahaman. Tanpa itu, investor pemula hanyalah bahan bakar keuntungan pihak lain.

Gunakan Dana Dingin, Bukan Uang Hidup
OJK selalu menekankan satu prinsip penting: jangan gunakan uang kebutuhan hidup untuk kripto.
Namun faktanya, banyak pemula:
Menggunakan tabungan
Menggunakan dana darurat
Bahkan berutang demi kripto

Ini adalah praktik yang sangat berbahaya. Ketika harga jatuh, bukan hanya modal yang hilang, tapi stabilitas hidup ikut terguncang.
Kripto tidak pernah menjanjikan keuntungan. Tapi kerugiannya sangat nyata.
Siapa yang Sebaiknya MENJAUHI Kripto?

Menurut logika peringatan OJK, kripto sebaiknya dihindari oleh:
Investor pemula tanpa pengalaman
Masyarakat dengan literasi keuangan rendah
Orang yang tidak siap kehilangan uang
Mereka yang mudah panik dan emosional
Bagi kelompok ini, kripto bukan peluang — tapi ancaman finansial.

Kesimpulan Tegas: Jangan Nekat Kalau Tidak Siap Rugi

Peringatan OJK soal kripto dan Bitcoin harus dibaca sebagai alarm bahaya, bukan formalitas. Kripto bukan instrumen ramah pemula. Ia keras, cepat, dan tidak mengenal belas kasihan.

Masuk ke kripto tanpa pengetahuan adalah perjudian. Masuk tanpa kesiapan mental adalah bunuh diri finansial. Dan masuk karena FOMO adalah kesalahan paling mahal.
Di tengah gempuran promosi cuan, suara OJK adalah penyeimbang yang penting:
lebih baik ketinggalan tren daripada kehilangan masa depan finansial. (gie)

Pos terkait