FILM, Jambiseru.com – Ada drama Korea yang mengajak kita jatuh cinta. Ada juga yang mengajak kita berpikir.
Vigilante tidak melakukan keduanya dengan lembut.
Ia menarik kita masuk, lalu memaksa bertanya:
Kalau hukum gagal menghukum, siapa yang pantas memberi keadilan?
Dan pertanyaan itu… tidak nyaman.
Cerita Singkat: Mahasiswa Hukum di Siang Hari, Algojo di Malam Hari
Vigilante mengikuti kisah Kim Ji-yong, seorang mahasiswa teladan di fakultas hukum. Pintar, pendiam, dan terlihat “aman”.
Namun saat malam tiba, ia berubah menjadi sosok anonim bernama Vigilante—seorang penghukum jalanan yang memburu para kriminal yang lolos dari jerat hukum atau mendapat hukuman terlalu ringan.
Targetnya bukan orang sembarangan.
Mereka yang pernah:
Membunuh tapi bebas
Melukai tapi hanya dihukum ringan
Merusak hidup orang lain tanpa penyesalan
Di sisi lain, aparat kepolisian memburunya. Media membesar-besarkan namanya. Publik terbelah:
sebagian mengecam, sebagian diam-diam mendukung.
Dan Ji-yong berdiri di tengah badai itu… sendirian.
Bukan Sekadar Aksi, Ini Drama Moral
Vigilante bukan drama yang sibuk pamer pukulan atau kejar-kejaran. Aksinya cepat, keras, dan sering kali selesai sebelum kita sempat bernapas.
Yang bikin berat justru dampak setelahnya.
Setiap hukuman yang dijatuhkan Ji-yong meninggalkan pertanyaan:
Apakah ini adil?
Atau hanya balas dendam?
Kalau masyarakat bersorak, apakah itu berarti benar?
Serial ini terus bermain di wilayah abu-abu. Tidak ada jawaban pasti. Bahkan tokoh utamanya pun tidak sepenuhnya yakin dengan apa yang ia lakukan.
Dan justru di situlah kekuatannya.
Nam Joo-hyuk: Dingin, Retak, dan Meyakinkan
Nam Joo-hyuk tampil jauh dari citra romantis yang sering melekat padanya. Di Vigilante, ia dingin, terkontrol, tapi jelas menyimpan trauma yang belum sembuh.
Ekspresinya minimal. Dialognya irit.
Tapi dari cara ia menatap, berjalan, dan mengambil keputusan, kita tahu:
ini bukan pahlawan… ini manusia yang rusak, tapi masih percaya pada satu hal—keadilan.
Karakter pendukung, terutama dari sisi polisi dan media, menambah lapisan konflik. Tidak ada yang sepenuhnya bersih. Tidak ada yang benar-benar suci.
Kritik Sosial: Ketika Hukum Tidak Selalu Sejalan dengan Keadilan
Vigilante secara terang-terangan menyentil:
Hukuman ringan untuk kejahatan berat
Celah hukum yang menguntungkan pelaku
Trauma korban yang sering diabaikan
Drama ini tidak menyalahkan hukum secara hitam-putih.
Ia justru menunjukkan betapa rapuhnya sistem jika dijalankan tanpa empati.
Dan yang lebih mengerikan:
betapa mudahnya publik mengubah kekerasan menjadi hiburan…
asal pelakunya disebut “penjahat”.
Ritme Cepat, Tegang, Tanpa Basa-basi
Dengan jumlah episode yang relatif singkat, Vigilante bergerak cepat. Hampir tidak ada filler. Setiap episode mendorong konflik ke depan.
Tidak banyak humor.
Tidak ada romansa yang manis.
Yang ada hanya ketegangan, dilema, dan rasa tidak tenang—bahkan setelah episode berakhir.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan:
Tema kuat dan relevan
Akting Nam Joo-hyuk solid dan berbeda
Cerita padat, minim filler
Berani bermain di wilayah moral abu-abu
Kekurangan:
Terlalu gelap untuk penonton kasual
Minim ruang bernapas secara emosional
Bisa terasa “dingin” bagi yang suka drama hangat
Bukan Drama Nyaman, Tapi Perlu Ditonton
Vigilante bukan tontonan santai.
Ini drama yang menusuk, mengganggu, dan memaksa kita bercermin.
Ia tidak meminta kita setuju dengan Vigilante.
Ia hanya bertanya:
Kalau kamu di posisinya… apa kamu akan memilih jalan yang berbeda?
Dan saat kredit akhir muncul,
pertanyaan itu masih tertinggal—
pelan, tapi berat.
Cara nonton film gratis sub indo
Lalu bagaimana cara nonton film ini. Gampang. Buka browser, ketik yandex.com atau duckduckgo.com, setelah terbuka situs pencarian yandex atau duckduckgo, ketik “nonton film drama korea Vigilante sub indo”. Tinggal pilih website mana yang mau diakses.(gie)
Sumber : angsoduo.net












