FILM, Jambiseru.com – Menonton I Am Nobody (2023) rasanya seperti melihat dunia pendekar yang lama kita kenal, tapi dibawa ke zaman sekarang—lengkap dengan motor, ponsel, gaya hidup modern, dan konflik batin anak muda. Serial ini tidak datang dengan sikap sok serius seperti wuxia klasik, namun juga tidak asal bercanda. Ia tahu persis di mana harus lucu, dan di mana harus serius.
Sejak episode awal, I Am Nobody langsung memberi kesan berbeda. Ceritanya terasa ringan, dialognya luwes, dan karakternya tidak dibuat terlalu heroik. Justru dari situlah daya tariknya muncul.
Cerita: Pendekar di Dunia Modern
Serial ini mengikuti Zhang Chulan, pemuda biasa yang hidupnya berubah setelah terseret ke dunia tersembunyi para “异人” (orang-orang dengan kemampuan khusus). Dunia ini hidup berdampingan dengan masyarakat modern, tapi memiliki aturan, konflik, dan sejarah sendiri.
Yang menarik, Zhang Chulan bukan tipikal tokoh utama jago sejak awal. Ia ragu, malas, kadang licik, dan sering memilih aman. Karakter seperti ini terasa sangat manusiawi. Ia bukan pahlawan yang siap berkorban sejak menit pertama, melainkan orang biasa yang dipaksa tumbuh oleh keadaan.
Masuknya Feng Baobao sebagai karakter kunci menambah warna cerita. Sosoknya dingin, polos, absurd, tapi justru menjadi pusat emosi dan misteri serial ini.
Wuxia yang Tidak Terjebak Masa Lalu
Banyak serial pendekar terjebak nostalgia. I Am Nobody justru memilih jalan lain. Ia mengambil elemen wuxia klasik—jurus, sekte, konflik antar kelompok—lalu membungkusnya dengan gaya modern.
Adegan pertarungan tidak selalu megah, tapi cukup intens dan kreatif. Efek visual digunakan secukupnya, tidak berlebihan, dan tetap fokus pada cerita. Ini membuat serialnya terasa lebih “membumi” dibanding drama fantasi penuh CGI.
Pendekatan ini membuat penonton yang tidak terlalu akrab dengan dunia wuxia pun bisa menikmati ceritanya tanpa harus menghafal istilah atau silsilah panjang.
Kekuatan Karakter dan Dinamika Emosi
Salah satu nilai plus I Am Nobody adalah pembangunan karakter. Hampir semua tokoh memiliki lapisan emosi dan latar belakang yang jelas. Tidak ada karakter yang benar-benar hitam atau putih.
Zhang Chulan tumbuh perlahan, belajar tentang tanggung jawab, identitas, dan pilihan hidup. Feng Baobao, di balik sikap datarnya, menyimpan trauma dan misteri yang membuat penonton penasaran.
Karakter pendukung pun tidak sekadar tempelan. Mereka hadir dengan konflik masing-masing, membuat dunia I Am Nobody terasa hidup dan berisi.
Humor yang Tidak Murahan
Komedi di serial ini terasa natural. Bukan slapstick berlebihan, bukan pula humor dipaksakan. Banyak kelucuan lahir dari situasi, dialog, dan kepribadian karakter.
Feng Baobao, khususnya, sering menjadi sumber humor tanpa harus banyak bicara. Ekspresi datar dan respon polosnya justru membuat adegan-adegan tertentu terasa segar dan menghibur.
Humor ini menjadi penyeimbang yang pas untuk tema-tema berat seperti identitas, kekuasaan, dan masa lalu yang kelam.
Tema Identitas dan Pilihan Hidup
Di balik kisah pendekar dan kemampuan supranatural, I Am Nobody sebenarnya banyak bicara tentang identitas. Tentang siapa kita sebenarnya, dan sejauh apa kita mau menerima diri sendiri.
Zhang Chulan dihadapkan pada pilihan: tetap hidup normal atau masuk lebih dalam ke dunia yang penuh risiko. Pilihan ini terasa relevan dengan kehidupan nyata, terutama bagi generasi muda yang sering dihadapkan pada tekanan sosial, ekspektasi keluarga, dan tuntutan lingkungan.
Serial ini tidak memberi jawaban instan. Ia membiarkan karakter dan penonton sama-sama merenung.
Ritme Cerita dan Kekurangannya
Meski menarik, I Am Nobody bukan tanpa kekurangan. Beberapa bagian terasa melambat, terutama di tengah cerita ketika konflik belum sepenuhnya memuncak. Penonton yang menyukai tempo cepat mungkin akan merasa sedikit bosan.
Namun, kelambatan ini sering kali digunakan untuk memperdalam karakter dan dunia cerita. Jadi, bagi penonton yang sabar, bagian-bagian ini justru menambah bobot narasi.
Sinematografi dan Produksi
Secara visual, serial ini cukup solid. Tidak mewah, tapi rapi. Tata kamera mendukung suasana cerita, baik saat adegan santai maupun saat konflik memanas.
Desain dunia modern yang berdampingan dengan elemen tradisional terasa pas. Tidak canggung, tidak memaksakan diri terlihat futuristik atau klasik.
Musik latarnya juga mendukung emosi tanpa terlalu mendominasi.
Posisi I Am Nobody di Antara Drama China Lain
Di tengah banyaknya drama China bertema romansa atau sejarah berat, I Am Nobody hadir sebagai alternatif segar. Ia tidak berusaha menjadi drama “besar”, tapi justru kuat karena kesederhanaan dan kejujurannya.
Serial ini cocok untuk penonton yang:
– Ingin wuxia tapi tidak terlalu klasik
– Suka karakter yang realistis
– Menikmati campuran aksi, komedi, dan refleksi hidup
Kesan Akhir
Kesan nonton I Am Nobody (2023) adalah pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna. Serial ini berhasil menghadirkan dunia pendekar dengan pendekatan modern tanpa kehilangan ruhnya.
Ia tidak sempurna, tapi jujur. Tidak bombastis, tapi berisi. Dan yang paling penting, ia meninggalkan kesan setelah ditonton.
I Am Nobody bukan sekadar cerita tentang kekuatan, tapi tentang menjadi diri sendiri di dunia yang menuntut kita untuk terus berubah. (gie)












