JAMBISERU.COM – Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memprediksi rupiah masih berpeluang melemah terhadap dolar AS.
BACA JUGA : KPK Kembali OTT Pejabat Negara
Dari pengamatannya, resiko pelemahan rupiah masih ada, meskipun kemarin menguat. Menurutnya, perang dagang masih jadi faktor penggerak pelamahan rupiah.
Kendati demikian, adanya kebijakan pemangkasan suku bunga dari sejumlah bank sentral di Asia bisa menahan laju pelemahan rupiah lebih dalam.
“Rupiah kemungkinan masih bergerak di kisaran yang sama Rp 14.220-Rp 14.350,” kata Ariston di Jakarta, Kamis (8/8/2019).
Berdasarkan data Bloomberg pergerakan rupiah pada Rabu (7/8/2019) pekan lalu berada di level Rp 14.225 per dolar AS. Level itu melemah dibandingkan Selasa sebelumnya di level Rp 14.276 per dolar AS.
BACA JUGA : Ingin Kenyang Lebih Lama dan Berat Badan Turun? Sarapan dengan Menu…
Sementara, Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Rabu berada di level Rp 14.275 per dolar AS. Posisi itu melemah dibandingkan pada Selasa sebelumnya yang di level Rp 14.344 per dolar AS. (ndy)












