Jambiseru.com, Tanjabbar – Bukan sekadar tanaman air yang sering dianggap gulma, eceng gondok kini bertransformasi menjadi karya seni bernilai tinggi. Hal ini dibuktikan oleh Ana Rianty, istri anggota Kodim 0419/Tanjab yang berhasil mengolah bahan alami tersebut menjadi keranjang buah yang estetis dan bernilai ekonomi.
Kota Jambi mencatat sekitar 265 ribu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang aktif hingga tahun 2025. Jumlah ini membuktikan betapa vitalnya peran UMKM dalam struktur ekonomi daerah. Selain berkontribusi terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB), keberadaan UMKM juga berperan besar dalam membuka lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Salah satu contoh UMKM kreatif yang berkembang pesat di wilayah ini adalah kerajinan tangan berupa keranjang buah berbahan dasar eceng gondok.
Keranjang ini dibuat melalui proses manual yang membutuhkan keterampilan dan ketelitian tinggi. Bahan bakunya berasal dari tanaman eceng gondok, tumbuhan air yang tumbuh cepat namun sering dianggap mengganggu. Namun, berkat kreativitas dan inovasi, tanaman tersebut berhasil diubah menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai guna dan daya tarik estetika tinggi.
Proses pembuatannya dimulai dengan pengeringan bahan, kemudian dilakukan teknik menganyam dan penjahitan hingga membentuk wadah yang kokoh namun ringan dan mudah digunakan. Produk ini memiliki keunggulan tersendiri, yaitu ramah lingkungan, kuat, memiliki nilai seni alami, serta mudah dalam perawatan. Tersedia dalam berbagai ukuran, keranjang ini sangat cocok untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga.
Salah satu pengrajin yang berhasil mengembangkan kerajinan ini adalah Ana Rianty, istri dari Koptu Riko Rudiansyah dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVI Kodim 0419/Tanjab. Putri daerah kelahiran Kota Jambi ini memiliki hobi membuat kerajinan tangan. Dari kecintaannya tersebut, ia terus mengembangkan karya dengan mengolah eceng gondok menjadi keranjang buah yang cantik dan bernilai ekonomi.
Seperti pelaku usaha lainnya, perjalanan bisnis Ana Rianty tidak selalu mulus. Ada masa penjualan meningkat, namun ada juga saat mengalami penurunan. Namun, ketekunan dan kecintaan terhadap kerajinan menjadi kunci utama agar ia terus bertahan. Mengubah hobi menjadi sumber penghasilan memang bukan hal mudah, namun dengan konsistensi, pengembangan portofolio produk, serta pemanfaatan platform digital untuk pemasaran, usahanya terus bertumbuh.
Sebagai seorang ibu rumah tangga, Ana Rianty berharap karya yang ia hasilkan dapat membantu perekonomian keluarga tanpa mengabaikan tanggung jawabnya di rumah.
Eceng gondok yang dahulu dipandang sebelah mata kini menjelma menjadi karya bernilai tinggi berkat sentuhan kreativitas. Dengan bimbingan dan dukungan dari Ketua Persit, setiap anyaman yang dihasilkan bukan sekadar barang kerajinan, melainkan juga menjadi simbol kemandirian, kebersamaan, dan semangat berkarya yang tak pernah padam.
Saat ini, produk keranjang eceng gondok buatan Ana Rianty tengah dipersiapkan untuk mengikuti ajang bergengsi “Persit Bisa 2” yang diselenggarakan oleh Persit Kartika Chandra Kirana. Produk ini terpilih sebagai unggulan yang mewakili Kodim 0419/Tanjung Jabung di bawah naungan Koorcab Rem 042 PDXX TIB(Tuanku Imam Bonjol). Partisipasi ini menjadi peluang emas untuk memperkenalkan potensi kerajinan khas Tanjung Jabung kepada masyarakat luas.
Kerajinan ini bukan hanya sekadar produk, tetapi juga menyimpan filosofi mendalam tentang ketekunan, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. Tanaman yang semula dianggap pengganggu kini terbukti dapat diubah menjadi karya yang bermanfaat, indah, dan bernilai jual.
Melalui ajang ini, diharapkan keranjang buah eceng gondok semakin dikenal sebagai produk unggulan daerah yang mencerminkan kreativitas dan ketangguhan para ibu rumah tangga. Lebih dari itu, karya ini membuktikan bahwa dari semangat pengabdian dan cinta keluarga, para ibu Persit mampu melahirkan inovasi yang mengubah potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi, sekaligus mengharumkan nama satuan hingga tingkat nasional. (Put)












