Muaro Jambi, Jambiseru.com – Debu, suara bising alat berat, air sumur yang dikeluhkan tercemar, hingga retakan pada rumah menjadi persoalan yang disebut terus menghantui warga Penyengat Olak. Aktivitas perusahaan yang berlangsung di sekitar permukiman warga kini menuai protes dan desakan agar pemerintah segera turun tangan.
Warga mengaku bukan hanya harus berhadapan dengan debu yang beterbangan setiap hari, tetapi juga merasakan dampak terhadap kenyamanan, kesehatan, dan kondisi bangunan tempat tinggal mereka.
Aktivitas kendaraan dan alat berat disebut membuat debu berterbangan hingga masuk ke rumah-rumah warga. Warung-warung yang berada di pinggir jalan pun disebut tak luput dari kepungan debu.
Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan sejauh mana aktivitas perusahaan memperhatikan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Keluhan warga tidak berhenti pada persoalan debu. Sejumlah warga mengaku menemukan retakan pada bagian rumah maupun kerusakan pada pagar dan benteng milik mereka.
Kerusakan tersebut diduga warga berkaitan dengan getaran yang ditimbulkan aktivitas alat berat yang beroperasi secara terus-menerus.
Namun, penyebab pasti kerusakan bangunan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis. Warga berharap perusahaan maupun pemerintah tidak mengabaikan keluhan tersebut dan melakukan pengecekan secara menyeluruh.
Persoalan lain yang turut dikeluhkan adalah kondisi air sumur. Warga menyebut kualitas air yang selama ini digunakan untuk kebutuhan sehari-hari mengalami perubahan dan diduga terdampak aktivitas perusahaan.
Jika keluhan tersebut terbukti, persoalan ini bukan lagi sekadar masalah kenyamanan, melainkan menyangkut akses masyarakat terhadap lingkungan yang aman dan sumber air yang layak.
Kebisingan alat berat juga menjadi sumber keresahan. Warga menyebut aktivitas perusahaan berlangsung sejak pagi hingga malam dan dinilai mengganggu waktu istirahat masyarakat.
Selain suara bising dan debu, aktivitas kendaraan perusahaan di sekitar permukiman juga dikeluhkan karena dinilai meningkatkan gangguan lalu lintas serta risiko keselamatan bagi warga.
“Gangguan lalu lintas dan risiko keselamatan bagi warga sekitar semakin meningkat seiring dengan operasional perusahaan,” kata salah seorang warga.
Bagi warga, persoalan tersebut telah berlangsung hingga mengganggu kehidupan sehari-hari. Mereka meminta adanya langkah nyata, bukan sekadar penyampaian keluhan tanpa penyelesaian.
Warga menyampaikan, sejumlah tuntutan kepada pihak perusahaan sebagai langkah untuk mengurangi dampak aktivitas operasional.
Tuntutan tersebut antara lain:
– Penyiraman jalan secara rutin dan menyeluruh untuk mengurangi debu yang beterbangan ke permukiman.
– Pengaturan jam operasional perusahaan agar aktivitas tidak mengganggu waktu istirahat masyarakat.
– Perbaikan rumah dan bangunan warga yang mengalami kerusakan dan diduga terdampak aktivitas alat berat.
Namun, di tengah akumulasi keluhan tersebut, sebagian warga kini mengambil sikap lebih tegas.
Mereka mendesak agar aktivitas perusahaan dihentikan dan perusahaan ditutup karena dinilai tidak lagi layak beroperasi di tengah kawasan permukiman apabila dampak yang dikeluhkan tidak dapat dikendalikan.
Selain mempersoalkan dampak aktivitas perusahaan, warga juga mempertanyakan legalitas lingkungan perusahaan.
Warga menduga perusahaan tidak memiliki dokumen AMDAL maupun izin lingkungan yang sah. Dugaan tersebut perlu diverifikasi oleh instansi berwenang dan tidak dapat dianggap sebagai fakta sebelum terdapat pemeriksaan atau dokumen resmi yang mengonfirmasinya.
Karena itu, warga berharap pemerintah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap legalitas dan dokumen lingkungan perusahaan, termasuk memastikan apakah seluruh kewajiban pengelolaan dampak lingkungan telah dipenuhi.
Pemeriksaan juga dinilai penting untuk menjawab sejumlah persoalan yang selama ini menjadi keluhan warga, mulai dari debu, kualitas air sumur, kebisingan, getaran, hingga dugaan kerusakan bangunan.
Warga Penyengat Olak kini menunggu langkah konkret pemerintah. Mereka meminta persoalan tersebut tidak berhenti sebagai polemik antara masyarakat dan perusahaan, tetapi segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lapangan dan penanganan yang transparan.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait mengenai seluruh keluhan dan tuntutan warga tersebut. (uda)











