Gema Muja Desak Polda Jambi Usut Dugaan Penganiayaan Warga Penyengat Olak di Area Stokpile Pasir, Ancam Gelar Aksi Jika Kasus Mandek

Ketua Gema Muja, Zebri Arian
Ketua Gema Muja, Zebri Arian. Foto: Uda/Jambiseru.com

MUARO JAMBI, Jambiseru.com – Gerakan Mahasiswa Muaro Jambi (Gema Muja) mendesak Polda Jambi segera menindaklanjuti laporan dugaan penganiayaan terhadap dua warga, Hen dan Ridho, yang disebut terjadi usai mereka merekam aktivitas di kawasan stockpile pasir di RT 03 Desa Penyengat Olak.

Ketua Gema Muja, Zebri Arian menilai, persoalan yang terjadi seharusnya dapat diselesaikan melalui jalur mediasi apabila memang terdapat kesalahpahaman. Namun, menurutnya, tindakan kekerasan bukanlah solusi dalam menyelesaikan persoalan.

“Seharusnya ketika memang ada kesalahpahaman itu dimediasi saja, jangan langsung main pemukulan,” kata Zebri.

Ia meminta, laporan yang telah masuk ke Polda Jambi segera diproses secara hukum. Gema Muja menyatakan, akan mengawal perkembangan kasus tersebut hingga tuntas.

“Kami Gema Muja, Gerakan Mahasiswa Muaro Jambi akan mengawal kasus ini. Jika kasus ini hanya jalan di tempat, kami siap menggelar aksi di Polda Jambi,” sebutnya.

Sementara itu, berdasarkan keterangan korban, kejadian bermula saat Hen dan Ridho mengambil dokumentasi video aktivitas di lokasi stockpile pasir. Setelah selesai merekam, keduanya mengaku hendak pulang.

Namun di tengah perjalanan, mereka disebut didatangi sejumlah orang yang meminta mereka kembali ke lokasi stockpile. Dalam rekaman video yang beredar, Hen mengaku dirinya dan Ridho mendapat ancaman apabila menolak ajakan tersebut.

“Setelah video, kami pulang. Pas mau pulang ada yang jemput. Maksa ngajak, kalau tidak mau ditembak. Dibawa ke pelabuhan lagi atau pangkalan pasir, terus digebuki. Ridho yang duluan digebuk. Ada dua orang yang mukul,” ungkap Hen dalam rekaman tersebut.

Dugaan penganiayaan ini kini menjadi sorotan dan mendapat perhatian dari kelompok mahasiswa. Gema Muja memastikan akan terus memantau proses hukum agar laporan tersebut tidak berhenti tanpa kejelasan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang dilaporkan belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan tersebut. (uda)

Pos terkait