MUARO JAMBI, Jambiseru.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terasa mengganggu aktivitas warga di Kabupaten Muaro Jambi. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah warga mengeluhkan batuk, sakit tenggorokan, mata perih hingga mual.
Kondisi udara pun sedang tidak baik. ISPU di Kabupaten Muaro Jambi tercatat mencapai 340 dan masuk kategori berbahaya.
Melihat kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap dampak kabut asap, terutama gangguan pernapasan atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, dr Aang Hambali meminta warga mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara masih buruk.
Anak-anak dan warga lanjut usia juga diminta mendapat perhatian lebih karena cukup rentan terdampak paparan asap.
“Masyarakat sangat disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan memperbanyak konsumsi air putih untuk mengurangi iritasi tenggorokan,” kata Aang.
Tak hanya soal masker, masyarakat juga diminta tetap menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi. Buah-buahan, sayuran hijau, serta makanan yang mengandung vitamin C dan antioksidan bisa menjadi pilihan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.
Yang tak kalah penting, warga diminta tidak menyepelekan gangguan kesehatan yang muncul akibat asap.
Jika mengalami sesak napas, batuk parah, mata perih yang tidak kunjung membajk, sebaiknya segera memeriksa diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Terlebih bagi anak-anak, lansia dan warga yang memiliki riwayat asma.
“Petugas kita siaga 24 jam untuk melayani masyarakat,” sebutnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi memastikan penanganan karhutla terus dilakukan. Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno mengatakan, jajaran pemerintah daerah sudah diminta meningkatkan kesiapsiagaan.
Mulai dari Satgas Karhutla hingga puskesmas di setiap kecamatan diminta bersiap menghadapi dampak kabut asap.
“Kami telah mengintruksikan seluruh jajaran, mulai dari Satgas Karhutla hingga puskesmas di tiap kecamatan, untuk bersiap siaga. Penanganan titik api di lapangan terus dilakukan secara maksimal, dan fasilitas pelayanan kesehatan kami minta siaga penuh melayani warga yang mengalami keluhan kesehatan akibat asap,” imbuhnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar.
Menurutnya, mencegah munculnya titik api menjadi salah satu langkah penting agar kondisi udara di Muaro Jambi tidak semakin buruk.
Di tengah kabut asap yang masih menyelimuti wilayah tersebut, warga pun diimbau lebih menjaga kesehatan. Jika tidak ada keperluan mendesak, aktivitas di luar rumah sebaiknya dikurangi, terutama saat kualitas udara sedang berada pada kondisi buruk. (uda)











